Posted on Juni 24, 2009 by adearmando
Cerita Galileo Galilei adalah cerita tentang kesalahan para pemuka agama menjaga kepercayaan umat manusia akan kebenaran sabda Tuhan.
Kalau saja dunia mengikuti apa yang disabdakan para pemuka Gereja di abad 17 mengenai kesesatan pikiran Galileo, mungkin ilmu pengetahuan akan berkembang sangat lamban. Kalau saja perintah agar masyarakat tidak membaca daftar buku terlarang yang ditetapkan Gereja diikuti, pemahaman akan hukum Tuhan mengenai alam semesta mungkin tidak bergerak ke mana-mana.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Religion | 2 Komentar »
Posted on Juni 21, 2009 by adearmando
Mendatangkan Manchester United ke Indonesia adalah sebuah kesia-siaan. Lebih buruk lagi, itu adalah bagian dari proses pemiskinan yang akan menyebabkan negara seperti Indonesia akan terus tertinggal, terbelakang.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Religion, Soccer | 3 Komentar »
Posted on Juni 21, 2009 by adearmando
Perjuangan penolakan UU Pornografi masih dilanjutkan. Argumen yang dituangkan dalam naskah permohonan hak uji materil terkesan mengada-ada dan lemah. Kenapa agama dibawa?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Pornography, Religion | Leave a Comment »
Posted on Juni 21, 2009 by adearmando
Film Angels and Demons ternyata tak membawa kemarahan umat Katolik. Tanda-tanda baik konsiliasi Hollywood dan agama?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Mass Media, Religion | Leave a Comment »
Posted on Juni 21, 2009 by adearmando
Kampanye bersedekah yang dilancarkan Ustad Yusuf Mansyur sukses. Banyak umat mendermakan bagian hartanya dalam jumlah besar. Tapi apakah benar, bersedekah layak dilakukan untuk mencapai keuntungan?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Religion | Leave a Comment »
Posted on Juni 21, 2009 by adearmando
Kasus Manohara memberi pelajaran mengapa KDRT terus berlangsung. Ada soal apatisme, ada soal penafsiran agama, kenyinyiran dan juga sensasionalisme. Kekerasan semakin menjadi hiburan.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Religion | Leave a Comment »
Posted on Oktober 5, 2008 by adearmando
Seusai Ramadhan ini, DPR akan membicarakan kembali RUU Pornografi yang kontroversial. Ada harapan,RUU ini bisa disahkan menjadi UU sebelum akhir tahun. Kritik terhadap draft RUU yang beredar sudah banyak terdengar. Sebagian kritik bahkan sampai pada tahap “Hanya satu kata – Lawan!”. Sembari mengakui bahwa RU tersebut masih mengandung beberapa hal yang perlu diperebatkan, saya merasa salah satu persoalan yang mendasari ketajaman kontroversi adalah adanya kekeliruan mendasar dalam mempersepsikan dan menilai RUU ini. Saya ingin berbagi pandangan tentang apa yang saya lihat sebagai 10 kekeliruan mendasar dalam kritik terhadap RUU. Laporan lebih lengkap tentang RUU Pornografi ini sendiri akan dimuat dalam Majalah Madina edisi Oktober ini. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Mass Media, Pornography | 27 Komentar »
Posted on September 13, 2008 by adearmando
Kritik saya terhadap Astro Malaysia rupanya membuat gerah sejumlah orang. Saya dkirimi email, dikomentari di milis dan dikomentari di blog. Salah satu tuduhan yang dilontarkan pada saya adalah saya orang bayarannya Indovision. Mmm, saya duga sih, di luar isu Astro ini, mereka yang ada di kelompok MNC pun, sebagaimana banyak orang di industri televisi lainnya, juga tidak terlalu suka pada saya. Masalahnya sederhana: ketika saya di KPI dulu, saya sering menegur mereka, termasuk menegur Fashion Channel yang ditayangkan di Indovision. Jadi dugaan bahwa saya dibayar Indovision tak perlulah dipercaya.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Mass Media | 13 Komentar »
Posted on Agustus 17, 2008 by adearmando
Ditulis pada 17 Agustus 2008
Perkembangan mutakhir hak siar liga premier sepakbola Inggris (English Premiere League, EPL) dan kiprah Astro Malaysia di Indonesia memasuki babak yang semakin buruk. Sekarang ini, bukan saja masyarakat luas yang dilecehkan, tapi keseluruhan sistem penyiaran Indonesia pun dijadikan bulan-bulanan.
Celakanya, Komisi Penyiaran Indonesia dan Depkominfo termangu bodoh di pojok sana. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Mass Media | 32 Komentar »
Posted on Juli 6, 2008 by adearmando
Artikel ini membahas soal dimenangkannya gugatan atas Koran Tempo oleh PT RAPP milik pengusaha Soekanto Tanoto. Semula tulisan ini diminta oleh redaksi koran Seputar Indonesia. Tapi kemudian Dewan Redaksi koran itu menganggap tulisan saya terlalu memberi porsi pada Tempo yang merupakan pesaing Seputar Indonesia, sehingga mereka menolak memuatnya.
Dimenangkannya PT RAPP (PT Riau Andalan Pulp and Paper) oleh Pengadilan negeri Jakarta Selatan dalam kasus tuntutan terhadap Koran Tempo menunjukkan bahwa persoalan demokrasi di Indonesia masih menghadapi ancaman serius. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Mass Media | Tagged: Add new tag | Leave a Comment »