Karena Wartawan Infotainment Adalah Wartawan ….

{Tulisan ini pernah dipublikasikan, di majalah Tempo/Gatra (?)  September 2005) 
Dua pekan lalu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyelengarakan sebuah diskusi terbuka bertajuk ‘Menyoal Jurnalisme Infotainment’. Kalau saya sebagai anggota KPI ditanya mengapa soal itu harus dibicarakan secara serius, saya akan menjawab dengan ilustrasi di bawah ini.

Akuisisi Televisi dan Nasib Demokrasi

(Tulisan ini pernah dimuat di Koran Tempo akhir Juni 2006)  
Kalau saja pertelevisian bisa dilihat sebagai usaha biasa sebagaimana bisnis lainnya,  penguasaan saham TV7 oleh Trans TV serta  saham LaTV oleh ANTV, tak perlu ditanggapi terlalu serius. Bukankah jual beli saham memang terjadi di sembarang saat?

Kematian Demokratisasi Sistem Penyiaran Indonesia

(Tulisan ini pernah dipresentasikan dalam diskusi di Yayasan Paramadina, Mei 2007)
Sekitar 15 tahun yang lalu, tatkala Soeharto masih berkuasa, saya terlibat dalam penterjemahan dan penerbitan seri buku (empat jilid) buku yang membahas demokratisasi di dunia, Transitions from Authoritarian Rules, yang ditulis Guillermo O’Donnel dan kawan-kawan. Judul buku itu diterjemahkan ke Indonesia menjadi ‘Transisi Menuju Demokrasi’ [...]

(Seharusnya) Tak Ada Lagi Stasiun Televisi Nasional

(Tulisan ini, dalam versi lebih ringkas, pernah dimuat di harian Kompas di bulan Februari 2007) 
Harian Kompas edisi 9 Februari 2007 memuat tulisan Ishadi SK berjudul ‘’KPI, Regulasi Siaran TV dan Radio’’. Kendatipun inti tulisan itu adalah harapannya agar keanggotaan Komisi Penyiaran Indonesia (2007-2010) yang baru terbentuk lebih mencerminkan sikap yang bersahabat dengan industri penyiaran, ada [...]

Pelajaran dari Da Vinci’s Code

Ketika film Da Vinci’s Code diputar di bioskop-bioskop Indonesia, sesuatu yang unik terjadi. Dalam beberapa adegan, tidak ada teks berbahasa Indonesia yang mengiringi dialog yang diucapkan dalam bahasa Inggris di layar lebar. Itu berlangsung cukup lama, dalam adegan-adegan yang sebenarnya sangat menentukan pemahaman penonton tentang misteri yang [...]

Astro, Liga Inggris dan Hak Publik

Harian ini memberitakan bahwa Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh akan meminta klarifikasi Astro Tv terkait dengan hak eksklusif siaran liga sepakbola Inggris (Koran Tempo, 20/08/2007). Menurut Menteri, ada yang salah dengan penguasaan hak khusus tersebut. ‘’Siaran yang mempunyai nilai publik tinggi tidak (bisa) dimonopoli atau jadi hak eksklusif televisi tertentu,’’ ujarnya.