<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: (Seharusnya) Tak Ada Lagi Stasiun Televisi Nasional</title>
	<atom:link href="http://adearmando.wordpress.com/2007/08/30/seharusnya-tak-ada-lagi-stasiun-televisi-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adearmando.wordpress.com/2007/08/30/seharusnya-tak-ada-lagi-stasiun-televisi-nasional/</link>
	<description>a simple adearmando's weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Oct 2009 11:41:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: birowo</title>
		<link>http://adearmando.wordpress.com/2007/08/30/seharusnya-tak-ada-lagi-stasiun-televisi-nasional/#comment-142</link>
		<dc:creator>birowo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 03:43:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adearmando.wordpress.com/2007/08/30/seharusnya-tak-ada-lagi-stasiun-televisi-nasional/#comment-142</guid>
		<description>Artikel menarik. Bisa memperkaya materi kuliah tentang Media Massa di Indonesia. 

Salam
Anton Birowo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel menarik. Bisa memperkaya materi kuliah tentang Media Massa di Indonesia. </p>
<p>Salam<br />
Anton Birowo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: noni</title>
		<link>http://adearmando.wordpress.com/2007/08/30/seharusnya-tak-ada-lagi-stasiun-televisi-nasional/#comment-20</link>
		<dc:creator>noni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 07:16:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adearmando.wordpress.com/2007/08/30/seharusnya-tak-ada-lagi-stasiun-televisi-nasional/#comment-20</guid>
		<description>Dengan adanya kebijakan baru yang memungkinkan daerah mempunyai tv sendiri semakin membuka lapangan kerja dan kesempatan untuk para mahasiswa komunikasi yang ingin terjun ke dunia media.
Memang harus diakui tv nasional, melulu memberitakan tentang kehidupan jakarta yang semakin dinamis yang tanpa sengaja jadi mengiklankan tentang kehidupan jakarta yang &#039;paling maju&#039; di indonesia. alhasil, setiap lebaran berbondong-bondong masyarakat daerah datang ke jakarta bertujuan mengais rupiah yang ia bayangkan akan lebih baik bila berdiri di ibukota negara ini.
TV daerah makin menunjukan keeksistensian daerah tersebut, dan ini juga akan menjadi tolak ukur seberapa maju daerahnya itu. harus diakui kalau sentralisasi pembangunan infrastruktur dalam berbagai bidang jakarta lah pemenangnya.
lalu kenapa daerah tidak bisa juga berpesta media?
saya sebagai karyawan tv swasta nasional dan alumni sebuah sekolah tinggi ilmu komunikasi terus mendukung akan &#039;melebarnya&#039; wabah pers agar daerah juga tidak ketinggalan akan majunya dunia media.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan adanya kebijakan baru yang memungkinkan daerah mempunyai tv sendiri semakin membuka lapangan kerja dan kesempatan untuk para mahasiswa komunikasi yang ingin terjun ke dunia media.<br />
Memang harus diakui tv nasional, melulu memberitakan tentang kehidupan jakarta yang semakin dinamis yang tanpa sengaja jadi mengiklankan tentang kehidupan jakarta yang &#8216;paling maju&#8217; di indonesia. alhasil, setiap lebaran berbondong-bondong masyarakat daerah datang ke jakarta bertujuan mengais rupiah yang ia bayangkan akan lebih baik bila berdiri di ibukota negara ini.<br />
TV daerah makin menunjukan keeksistensian daerah tersebut, dan ini juga akan menjadi tolak ukur seberapa maju daerahnya itu. harus diakui kalau sentralisasi pembangunan infrastruktur dalam berbagai bidang jakarta lah pemenangnya.<br />
lalu kenapa daerah tidak bisa juga berpesta media?<br />
saya sebagai karyawan tv swasta nasional dan alumni sebuah sekolah tinggi ilmu komunikasi terus mendukung akan &#8216;melebarnya&#8217; wabah pers agar daerah juga tidak ketinggalan akan majunya dunia media.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Seputar Televisi Lokal [ 2 ] &#171; Klab Televisi Alternatif</title>
		<link>http://adearmando.wordpress.com/2007/08/30/seharusnya-tak-ada-lagi-stasiun-televisi-nasional/#comment-11</link>
		<dc:creator>Seputar Televisi Lokal [ 2 ] &#171; Klab Televisi Alternatif</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 06:10:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adearmando.wordpress.com/2007/08/30/seharusnya-tak-ada-lagi-stasiun-televisi-nasional/#comment-11</guid>
		<description>[...] Ade Armando: (Seharusnya) Tak Ada Lagi Stasiun Televisi Nasional : Harian Kompas edisi 9 Februari 2007 memuat tulisan Ishadi SK berjudul ‘’KPI, Regulasi Siaran TV dan Radio’’. Dalam tulisan itu, ia secara tidak langsung mengecam gagasan tentang kewajiban pengembangan sistem jaringan televisi nasional sebagai pengganti stasiun televisi nasional sebagaimana diamanatkan UU Penyiaran 2002. (Ade Armando, 30 Agustus 2007). [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ade Armando: (Seharusnya) Tak Ada Lagi Stasiun Televisi Nasional : Harian Kompas edisi 9 Februari 2007 memuat tulisan Ishadi SK berjudul ‘’KPI, Regulasi Siaran TV dan Radio’’. Dalam tulisan itu, ia secara tidak langsung mengecam gagasan tentang kewajiban pengembangan sistem jaringan televisi nasional sebagai pengganti stasiun televisi nasional sebagaimana diamanatkan UU Penyiaran 2002. (Ade Armando, 30 Agustus 2007). [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
