Membela Kerisauan atas Ancaman Kebebasan bagi Agama

Awal Juni 2009 lalu, selama empat hari saya mewakili Indonesia menghadiri Global Forum on Freedom of Expression di Oslo, Norwegia. Saya bersyukur dapat bertemu dengan puluhan jurnalis, aktivis dan pengamat kebebasan berekspresi dari berbagai penjuru dunia. Namun yang lebih penting, dalam forum itu saya menangkap semangat bersama untuk memperjuangkan lebih jauh kemerdekaan media di manapun, [...]

INDUSTRI PERTELEVISIAN DAN ILUSI KEBHINEKAAAN INDONESIA

Tulisan ini berusaha menunjukkan bagaimana perkembangan pertelevisian swasta di Indonesia berlangsung dalam arah yang bertentangan dengan prinsip penghargaan atas keberagaman dan kebhinekaan. Perkembangan pertelevisian swasta di Indonesia adalah sejarah pengingkaran atas prinsip kedaulatan rakyat.

Film tentang Gereja yang Tidak Membuat Berang

Film Angels and Demons ternyata tak membawa kemarahan umat Katolik. Tanda-tanda baik konsiliasi Hollywood dan agama?

10 Kekeliruan dalam Wacana Anti RUU Pornografi

Seusai Ramadhan ini, DPR akan membicarakan kembali RUU Pornografi yang kontroversial. Ada harapan,RUU ini bisa disahkan menjadi UU sebelum akhir tahun. Kritik terhadap draft RUU yang beredar sudah banyak terdengar. Sebagian kritik  bahkan sampai pada tahap “Hanya satu kata – Lawan!”.  Sembari mengakui bahwa RU tersebut masih mengandung beberapa hal yang perlu diperebatkan, saya merasa [...]

Astro Malaysia Tidak Berniat Baik, Sejak Awal

Kritik saya terhadap Astro Malaysia rupanya membuat gerah sejumlah orang. Saya dkirimi email, dikomentari di milis dan dikomentari di blog. Salah satu tuduhan yang dilontarkan pada saya adalah saya orang bayarannya Indovision. Mmm, saya duga sih, di luar isu Astro ini, mereka yang ada di kelompok MNC pun, sebagaimana banyak orang di industri televisi lainnya, [...]

HURU-HARA LIGA INGGRIS, ASTRO, AORA TV DST

 

Ditulis pada 17 Agustus 2008
Perkembangan mutakhir hak siar liga premier sepakbola Inggris (English Premiere League, EPL)  dan kiprah Astro Malaysia di Indonesia memasuki babak yang semakin buruk. Sekarang ini, bukan saja masyarakat luas yang dilecehkan, tapi keseluruhan sistem penyiaran Indonesia pun dijadikan bulan-bulanan.
Celakanya, Komisi Penyiaran Indonesia dan  Depkominfo termangu bodoh di pojok sana. 

Koran Tempo, RAPP dan Ancaman atas Demokrasi

 
 
Artikel ini membahas soal dimenangkannya gugatan atas Koran Tempo oleh PT RAPP milik pengusaha Soekanto Tanoto. Semula tulisan ini diminta oleh redaksi koran Seputar Indonesia. Tapi kemudian Dewan Redaksi koran itu menganggap tulisan saya terlalu memberi porsi pada Tempo yang merupakan pesaing Seputar Indonesia, sehingga mereka menolak memuatnya.
Dimenangkannya PT RAPP (PT Riau Andalan Pulp [...]

Dan Wanita Dijajah Pria Sejak Dulu ………..

Dalam sebuah acara komedi televisi, berlangsung dialog antara dua pemain pria yang seolah-olah sedang membaca suratkabar.
Pemain 1: Wah ini ada berita. Seorang pemuda memperkosa sepuluh gadis …
Pemain 2: Hebat bener …
Pemain 1: Tiga korban di antaranya trauma . . . tujuh lainnya, ketagihan (ha-ha-ha)

Sholeha Mencari Rahasia Illahi

(Dimuat di Majalah Madina Edisi 1, Januari 2008) 
Teorinya begini: Ada upaya sistematis untuk menggerus keimanan kaum muslim di Indonesia dengan menghadirkan banjir tontonan tidak bermoral melalui siaran televisi. . Argumen semacam ini  kerap diajukan dalam diskusi-diskusi yang membicarakan realita tayangan pertelevisian dalam sebuah masyarakat muslim di Indonesia.

Aceh dan SCTV

Tulisan ini dimuat di Republika, 21 Juni 2003.
Tokoh yang saya bicarakan di sini adalah seorang wartawan yang kini, kalau tidak salah, bekerja di RCTI. SCTV sendiri sudah mengalami banyak perubahan dalam jajaran redaksi. Bagaimanapun, isu yang dibicarakan, saya rasa, masih relevan sampai sekarang.