Jangan Pernah Ragukan Niat Baik Allah!

(Tulisan ini sudah dimat di Majalah Madina, edisi Februari 2008) 

Lima tahun yang lalu, orang melihatnya sebagai pria malang. Belum lama pulang dari studi ke luar negeri, ia mengalami kecelakaan lalu lintas di Jogyakarta. Kakinya patah. Atas instruksi ibunya, ia dikarantina. Tidak bisa keluar ke mana-mana, tidak boleh bertemu banyak orang. Minggu demi minggu ia jalani tanpa keriuhan. Menurutnya, itu adalah masa paling membosankan dan paling tidak berdaya dalam hidupnya.

Sampai kemudian ia memutuskan untuk melakukan sesuatu. Ia kembali menghidupkan komputer dan membuka file-file lamanya. Saat itulah ia menemukan file lama berisi naskah cerpen yang belum selesai. Judulnya, Suatu Hari di Musim Panas, yang pernah dia tulis saat di Kairo. Semula cerpen itu mau dirampungkan, tapi macet di tengah jalan. Bagaimanapun, gairah menulisnya terbangkit.

Begitu menemukan inspirasi, dia mulai mengetik sebulan penuh. Ketika di print, jumlah halamannya 313 halaman. Naskah itu yang kemudian dikenal sekarang sebagai novel Ayat-ayat Cinta, yang disebut-sebut sebagai novel terlaris sepanjang masa di wilayah Asia Tenggara. Sampai Desember 2007, sudah memasuki cetakan ke-30, dan tercetak sekitar 300 ribu eksemplar.

Sang pria malang yang bahagia itu bernama Habiburrahman El Shirazy. Dari berbagai bukunya, ia menikmati royalti sekitar Rp. 1,5 miliar. Pelajaran apa yang bisa diperoleh? Di satu sisi, itu adalah soal kemampuan memanfaatkan waktu secara positif. Namun di sisi lain, itu juga membuktikan janji Allah yang terkenal dalam Al-Qur’an: ’’Dalam setiap kesulitan, ada kemudahan.’’

Janji Allah itu menunjukkan bahwa, segenap persoalan atau masalah yang dihadapi manusia bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja. Di dalam kesulitan bukan saja ada pelajaran, tapi juga hal-hal yang baik serta jalan keluar. Dengan kata lain, kesulitan yang kita hadapi tidak hadir secara ’kebetulan’. Kesulitan ada karena di belakangnya ada rencana Allah. Karena itu adalah sesuatu yang direncanakan, Allah sudah menyertakan di dalamnya beberapa skenario yang kalau dimanfaatkan secara benar justru akan membawa kebahagiaan bagi mereka yang terkena kesulitan.

Lihat saja kasus tadi. Kalau Habiburrahman tidak mengalami kecelakaan, ia tidak akan pernah punya masa 30 hari hanya menulis. Kalau ia tidak dikarantina, selalu akan ada alasan untuk melakukan hal lain, selalu akan ada hal lain yang menarik hati. Mungkin juga hal-hal positif, tapi – dalam perbandingan – tidak seproduktif menulis 313 halaman cerita fiksi.

Habiburahman bisa memilih untuk mengeluhi nasib yang menimpanya. Dia bisa memilih untuk tidak melakukan apa-apa, atau merenung. Tapi dia juga bisa memilih untuk mengatakan, hidup terlalu berharga untuk disia-siakan. Pria malang itu memilih untuk melihat sisi ’kemudahan’ dalam ’kesulitan’ yang menimpanya.

Karena itu, begitu Anda menghadapi sebuah kemalangan, jangan pernah izinkan ia mengalahkan Anda. Itu bisa soal terlambat sekian detik untuk mengejar kereta api, mobil Anda yang diparkir rapih dihajar bus yang kehilangan kendali, Anda dipindahkan ke tempat kerja yang jauh dari keluarga, proposal anda untuk ke-17 kali ditolak, atau orang yang Anda sayangi divonis dokter terkena penyakit yang gawat. Apapun kesulitannya, ingat selalu, Allah tidak pernah menurunkan kesulitan tanpa kemudahan di dalamnya.

Beberapa tips yang mungkin akan membantu saat Anda tatkala mengalami kemalangan:  

Jangan ragukan niat baik Allah.

Selalu percaya, Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang. Ia tidak bercanda – apalagi melakukan balas dendam — ketika menghadirkan kesulitan dalam hidup Anda. Ia punya maksud dengan cobaan itu. Kalau kita belum bisa memahami tujuannya sekarang, mungkin anda perlu menunggu beberapa pekan, bulan atau tahun. Bila tahu Allah punya maskud baik, Anda akan terbantu untuk tidak meratapinya. Berhenti berpikir buruk

Pada dasarnya tubuh kita bergerak mengikuti pikiran kita. Pada saat kita bermain basket, seandainya kita sudah tidak percaya bahwa kita akan bisa melempar bola ke dalam ring dari jarak yang ditentukan guru, kemungkinan besar bola itu memang akan melayang ke mana-mana. Dan kemudian kita akan merasa ditertawakan, dan ketika kita diminta untuk mencoba ulang, proses yang sama akan berulang: genggaman bola melemah, pikiran tidak terfokus, lemparan tidak terarah, bola melayang liar, mungkin menghantam kepala teman, dan kita kan merasa menjadi seorang manusia paling bodoh di dunia. Kemungkinan besar, untuk sepanjang hidup, Anda akan berhenti mencoba bermain basket.

Begitu juga dengan sikap menghadapi kesulitan: berhenti berpikir bahwa ini akan menjadikan kehidupan anda lebih buruk, bahwa tak ada jalan keluar, bahwa Anda adalah manusia yang ditakdirkan bernasib malang. Kalau Anda berpikir kondisi adalah buruk, segenap kondisi lain akan memburuk dengan sendirinya!

Jangan anggap anda orang termalang di dunia

Ingatlah, miliaran orang di dunia ini setiap hari menghadapi persoalan. Tidak ada manusia yang hidupnya malang sepanjang hidup, seperti juga tidak ada yang selamanya berada dalam kebun bunga di bawah indahnya pelangi. Kalau Anda mengalami kemalangan, itu adalah bagian alamiah dari perjalanan hidup panjang Anda.

Melihat gelas setengah penuh.

Pernah dengar ungkapan, ‘tergantung cara melihat, gelas setengah kosong atau gelas setengah penuh?’ Ungkapan itu sangat benar. Kita sadar, setelah sebuah kesulitan, selalu ada peluang 50:50 bahwa kondisi berikutnya akan menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Ketika anda tertinggal sekian detik untuk mencapai kereta yang akan membawa Anda untuk hadir tiba pada waktunya dalam pertemuan dengan calon investor yang terkenal tak ada kompromi soal waktu, Anda tetap bisa berpikir bahwa mungkin rapat ini sebenarnya bukan hal yang terbaik untuk keberhasilan bisnis Anda.

Biarkan pikiran Anda membangun sendiri imajinasi-imajinasi baik itu.

Jangan dengarkan mereka yang pesimistik

Dalam hidup, kita biasa mengenal orang-orang yang cenderung melihat dunia dari sisi negatif. Mungkin karena pengalaman hidupnya, mereka cenderung dirisaukan dengan kemungkinan-kemungkinan buruk. Ungkapan seperti, ‘Ah, kita memang tidak akan pernah bisa mencapai keberhasilan itu’, atau ’hidup ini memang penuh derita’, khas dikeluarkan orang-orang pesimistik. Tanpa harus bermusuhan, sebaiknya jauhi mereka.

Ketika Anda berada dalam lingkungan orang-orang yang memandang dunia sebagai sesuatu yang kelam, dunia Anda pun menjadi tidak secerah semestinya. Apalagi ketika Anda mengalami kesulitan.

Hargai mereka yang berusaha menyenangkan hati Anda.

Saat menghadapi kemalangan serius, sebagian kita sebal dengan mereka yang berusaha menyabar-nyabarkan Anda dengan misalnya berkata, ’’Ya saya tahu betapa sulitnya kondisi ini, tapi ….’’ Anda mungkin ingin bilang: ””TAPI KAMU TIDAK TAHU KONDISI SAYA!!!’’.

Dalam hal ini, mungkin Anda sebaiknya justru menghargai mereka, karena betapapun naifnya sikap mereka, bukankah itu menunjukkan bahwa ada orang-orang di dunia ini yang peduli dengan Anda? Orang-orang semacam ini adalah teman-teman terbaik untuk membuat Anda bangkit dari keterpurukan.

Selalu berpikir, kondisi sebenarnya bisa lebih buruk

Kita sering menanggapi dengan agak sinis, ungkapan yang sering dianggap merupakan ciri khas orang Jawa: ’’Untungnya ….’’. Sebagai misal, dalam kecelakaan, masih untung dia cuma patah tangan, bukan patah leher. Atau, untung dia meninggal, karena kalau tidak dia akan selamanya menderita. Sikap itu sebenarnya sangat positif untuk menjaga kesimbangan diri tatkala kita menghadapi kemalangan.

Selalu bayangkan kondisi sebenarnya bisa lebih buruk dari yang kita alami. Bila kita bisa melihat dari sisi ’untungnya’ ini, kita tak akan merasa bahwa kita sebenarnya berada dalam jurang paling dalam. Percayalah, meratap tidak pernah menghasilkan apa-apa Mengeluh, menangis adalah reaksi normal. Tapi menjadi persoalan kalau kemudian Anda membiarkan diri Anda terlena dalam perasaan menderita dan terus meratap.

Kita harus sadar, orang-orang tidak akan peduli dengan ratapan yang berkelanjutan. Bahkan mereka yang terus menerus menyesali nasib akan terkesan tidak mensyukuri nikmat yang banyak diberikan Allah. Jadi, menangis sebentar saja. Selanjutnya, hidup jalan terus.

Buat list tentang hal-hal yang bisa lakukan.

Daripada mengeluh dan meratap, ada baiknya Anda mencoba mengidentifikasi hal-hal apa saja yang bisa dilakukan dalam kondisi ini. Ketika menulis, kita akan melihat betapa banyaknya kemungkinan yang bisa diambil. Sebagian lebih penting dari yang lain. Atau, sebagian lebih bermanfaat dan juga ’menyenangkan’ dari yang lain.

Anggap sebagai Pelajaran

Karena Anda tahu, kesulitan itu memang diadakan oleh Allah, anggap saja itu sebagai pelajaran bagi Anda. Pelajari hal-hal yang mungkin menyebabkan kesulitan itu terjadi. Bisa jadi, proposal Anda tidak diterima untuk kesekian kali karena Anda tidak cukup belajar bagaimana memgemas tawaran Anda, atau bahkan ’mungkin saya harus serahkan urusan membuat proposal pada orang lain ya?’. Pokoknya, next time better-lah!

Lakukan yang Mungkin dilakukan

Sesudah Anda memliki list tentang hal yang mungkin (di secarik kertas atau di kepala), lakukanlah yang memang bisa Anda lakukan. Kemalangan yang sudah terjadi, diletakkan saja di kotak di dalam pikiran Anda yang kalau diperlukan Anda bisa buka kembali untuk belajar sesuatu darinya. Tapi, selanjutnya Anda harus melangkah kembali. Siapa yang bilang hidup ini akan selalu mudah? Toh itu tak perlu membuat anda berhenti berjalan kembali.

Berdoalah, berbicaralah pada Tuhan

Karena kita percaya bahwa, manusia merencanakan tapi Tuhan jua yang menentukan; jangan pernah berhenti berkomunikasi dengan Tuhan. Memang sulitnya, Allah tidak mau menjawab langsung pada pertanyaan dan permintaan kita. Tapi, perasaan bahwa kita telah melakukan segala hal dengan melapor pada Tuhan akan meringankan jalan kita.

Ditulis dalam Religion. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Jangan Pernah Ragukan Niat Baik Allah!”

  1. Yuli Says:

    Tulisan bagus mas,
    saya minta izin u: saya posting diblog saya ya ?

    http://ulee.blogdetik.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: