Humor 2

Pintar, jujur dan pendukung Soeharto.

Di jaman Soeharto dulu, Presiden AS Bill Clinton pernah mengirim seorang utusan khusus untuk mempelajari masyarakat Indonesia. Si utusan ini datang melalui sebuah misi rahasia.

Seusai misinya, ia menghadap ke Clinton.

Kata Clinton, “Apa kesanmu tentang masyarakat Indonesia?”

“Menarik, menarik,” jawab si agen. “Dan yang paling penting yang saya catat adalah bahwa mereka itu adalah bangsa yang mendukung Soeharto, pintar, dan jujur.”

“Wah, hebat sekali…” ujar Clinton kagum.

“Walaupun,  memang tidak ada satupun yang memiliki seluruh sifat itu bersamaan.”

“Maksudmu?”

“Ya ada banyak Pendukung Soeharto dan pintar, tapi mereka tidak jujur,” jawabnya lagi. “Lalu ada banyak pendukung Soeharto dan jujur tapi mereka tidak pintar. Dan satu lagi … kalau pintar dan jujur, ya mereka tidak mendukung Soeharto.”

 

Otak Tertinggal

Suatu kali,  seorang pemuda Amerika mengalami kecelakaan fatal di Jepang. Dengan segera pemuda itu dibawa ke rumah sakit. Para dokter memutuskan untuk membedah bagian yang paling parah kondisinya: kepala. Karena kecanggihan metode kedokteran di sana, otak pemuda itu dapat dikeluarkan dari kepalanya untuk dioperasi secara terpisah. Malang tak dapat ditolak,  sebelum otak itu sempat dikembalikan ke kepala, terjadilah gempa bumi yang membuat para dokter dan suster melarikan diri keluar ruang bedah.

 Hanya saja begitu ancaman gempa sudah lewat dan para dokter kembali, ternyata si pemuda sudah menghilang. Ia rupanya terbangun saat gempa dan juga melarikan diri keluar rumah sakit. Yang jadi masalah: otaknya masih tertinggal diruang bedah. Artinya ia sudah berjalan tanpa ada otak di kepalanya. Para dokter Jepang merasa bersalah, tapi tak ada lagi yang bisa dilakukan.

Beberapa puluh tahun kemudian salah seorang dokter itu sudah menjadi spesilias bedah terkemuka di Jepang.  Pada satu malam, ia menyaksikan acara berita internasional di layar televisi.  Ia tak pernah suka dengan berita politik, tapi kali itu tak ada acara lain yang menarik sehingga ia memilih menonton program itu, paling tidak untuk mengisi waktu.

Yang ditayangkan adalah hasil pemilu  Amerika Serikat.  Saat itulah, ia menyaksikan wajah yang ia kenal. Wajah itu sudah menua, tapi si dokter tahu persis bahwa itu adalah wajah pasien yang pergi tanpa otak. Wajah orang itu sangat bergembira. Dan yang paling mengejutkan si dokter adalah keterangan di bawah gambar pria itu: “George Bush, Presiden Terpilih Amerika Serikat”.

 

 

 

Tiga Lawan Kosong

Seseorang diajukan ke pengadilan karena kejahatan yang ia tak pernah lakukan.  Persidangannya menghadirkan tiga hakim.  Sebenarnya ia tak merasa bersalah, tapi tahu di Indonesia ini tak ada yang gratis. Karena itu, supaya aman, ia memberikan uang kepada dua hakim.  Nyatanya, hasil akhirnya adalah bahwa ia dibebaskan, dengan perbandingan suara: tiga lawan kosong.

Dengan sebal ia menggerutu “Sialan, kebanyakan membayar satu hakim!”

Tembak Semua

Perdana Menteri  Israel  Benyamin Netanyahu mendatangi kamp latihan militer tentaranya.

“Aaron apa yang kamu lakukan kalau kamu berada di garis depan dan bertemu dengan sejumlah pemberontak Palestina?’

“Saya tembak mereka semua, Pak!”

“Bagus, “ kata Netanyahu. “Sekarang, apa yang kamu lakukan kalau bertemu dengan satu batalion pasukan Arab.”

“Saya tembak semua, Pak!”

“Tetapi Aaron, kamu tidak bisa melakukan itu sendirian. Kamu harus bertempur sambil mundur dan mencari bantuan.”

“Terimakasih. Laksanakan!”

“Lalu, bagaimana kalau bertemu sapi milik orang Palestina”

“Saya tembak mereka semua, Pak!”

“Ya jangan dong, Aaron,” kata Netanahu agak kesal. “Kamu ikat tanduknya dan kamu seret sapi itu ke pangkalan militer.”

“Terimakasih. Laksanakan!”

“Sekarang, bagaimana kalau kamu bertemu saya di front!”

“Saya tembak mereka semua, Pak!”

“Kamu itu menjawab tapa berpikir,” kata Netanyahu. “Hayo pikirkan kembali baik-baik..”

“Oh, saya akan bertempur sambil mundur dan mencari bantuan…”

“Tolol, saya kan bukan musuh!”

“Oh saya, saya tahu, saya tahu,” kata si serdadu dengan wajah sumringah. “ Saya akan ikat tanduk Bapak dan menarik Bapak ke pangkalan”

Dua Kekeliruan

Pada era kejayan Shah Iran, di Teheran berdirilah sebuah patung yang sangat menawan. Di bawah patung itu tertera tulisan: Yang Mulia Shah Reza Pahlevi.

Si pematung membawa tamunya untuk menyaksikan karyanya itu.

Si tamu memuji, “Indah sekali .. tapi ada dua kekeliruan.”

“Apa?” tanya si pematung pemasaran.

“‘Pertama, seharusnya ada tulisan: ‘beristirahat dengan tenang’.”

“Lho, dia kan masih hidup?”.

“Itulah kekeliruan kedua.”

 

Doa Malam

Di era Saddam Huseein berkuasa, para ulama di sebuah desa Irak melantunkan doa yang sama setiap malam, seusai shalat Isya.  Doanya begini: “Ya Allah, Engkaulah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Berilah rezeki  yang cukup bagi janda-janda. Berilah perlindungan terhadap anak yatim. Berilah kesehatan kepaa yang sakit. Berilah tempat tinggal bagi para gelandangan. Dan kepada pemimpin agung Saddam Hussein, berilah ia kematian yang tenang.”

Uang Pengertian

Pimpinan HRD sebuah lembaga pemerintahan di Jakarta menerima lamaran kerja . Sebagaimana biasa,kepada pemuda yang melamar,  ia meminta uang pengertian sebesar Rp 5 juta. Si anak muda memohon-mohon agar uang sogokan itu diturunkan. Karena  terkesan dengan kepintaran si anak muda, ia memenuhi permintaan itu. Cukup dua juta, tidak perlu lima juta.  

Belakangan ia tahu bahwa si anak muda itu ternyata bicara kepada orang lain bahwa ia harus membayar untuk bisa diterima kerja.

Ia panggil si pelamar. Tahu bahwa akan dimarahi, begitu datang ke ruangan, si anak muda  itu memohon maaf.

“Maaf Pak, saya betul-betul menyesal bahwa saya bercerita pada orang lain, api …”

“Tapi apa?”

“Sebenarnya saya menyatakan bahwa Bapak baik hati, bahwa Bapak meminta saya hanya membayar dua juta!”

“Justru itu yang saya masalahkan,” bentak si pimpinan, “kalau kamu bilang begitu, orang lain pun nanti akan membayar serendah itu!”

 

Permintaan

PM Netanyahu datang AS. Ia bertemu dalam jamuan makan malam dengan Presiden Obama.

Setelah berbasa-basi, Obama menganjak Netanyahu ke meja makan untuk mengambil makanan kecil.

Di meja, dengan sopan, Obama berkata: ‘Apa yang saya bisa tawarkan pada Anda?”

“Palestina”

Dua Map

Seorang wakil rakyat yang menjadi juru bicara partai di Indonesia datang ke gedung parlemen untuk menghadiri rapat pleno yang akan menghadirkan wakil pemerintah.  Asistennya menawarkan diri untuk membantu membawakan dua map yang dibawanya di tangan kanan dan di tangan kiri.

“Biar saja. Saya takut map-map ini nanti tertukar. Bisa celaka nanti..”

“Itu rancangan undang-undang yang baru, pak?” tanya si asisten ingin tahu.

“Bukan .. di map sebelah kiri, adalah argumen lengkap yang tidak bisa diubah tentang kenapa kita menolak kenaikan pajak yang diusulkan”

“Yang kanan?”

“Argumen lengkap yang tidak bisa diubah tentang kenapa kita menerima  kenaikan pajak yang diusulkan ..”

“Lho kenapa dua?”

“Masalahnya sampai sekarang kita belum tahu yang mau dibayar itu argumen yang menerima atau menolak …”

Terlalu Mahal

Seorang pedagang kecil di  Aceh ditangkap karena memaki-maki ndonesia. Karena kesalahannya itu, ia didenda dua juta rupiah.

“Ada lagi yang ingin Anda katakan,” kata hakim.

“Sebenarnya sih masih banyak, tapi kalau tarifnya segitu saya tidak sanggup,” kata si pedagang  sembari menggaruk-garuk kepalanya.

Saya Juga

Ini cerita soal Megawati ketika diundang ke AS. Kata istri Obama: “Tahukah anda bahwa suami saya memiliki keluarga di Indonesia.”

“Saya juga,” kata Mega dengan wajah tak tertarik.

Ditulis dalam Humor. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: