Benarkah Warta Kota memelintir berita soal UI?

Apakah Warta Kota memelintir pernyataan Ketua MWA UI?

Pertanyaan ini menjadi mengemuka, gara-gara sebuah tulisan di halaman 8 Warta Kota, tanggal 20 Februari 2012.

Tulisan itu berjudul ‘Gumilar Layak Dicalonkan Lagi’.

Gumilar yang dimaksud tentunya saja adalah Prof. Dr. Gumilar Somantri, Rektor Universitas Indonesia, yang sedang terbelit dugaan korupsi dan mismanajemen UI yang merugikan negara puluhan miliar rupiah.

Yang dimaksud ‘dicalonkan’ adalah dicalonkan untuk menjadi rektor kembali dalam proses pemilihan Rektor UI yang akan dimulai bulan-bulan ini.

Lalu, dari manakah datangnya kesimpulan WK bahwa Gumilar layak dicalonkan menjadi Rektor UI lagi?

Di tulisan itu, digambarkan bahwa pernyataan yang mendasari kesimpulan WK datang dari dua orang: Dr. Maswadi Rauf (dosen FISIP UI) dan Purnomo Prawiro (Ketua Majelis Wali Amanat, MWA UI).

Kalau dukungan itu datang dari Maswadi, tentu tidak banyak yang terperanjat. Maswadi memang dikenal sebagai salah seorang loyalis sejati Gumilar.

Tapi kalau dukungan itu datang dari Purnomo, itu sangat mengejutkan.

Masalahnya, adalah ketua MWA ini yang pernah mencabut Surat pengangkatan Gumilar sehingga sang rektor pernah kehilangan jabatan selama satu hari akhir tahun lalu. Purnomo dikenal sepenuhnya mendukung upaya pembersihan UI dari korupsi yang diduga dilakukan Gumilar. Ia juga berulangkali dilecehkan oleh Gumilar.

Jadi, kalau sekarang Purnomo bicara begitu di WK, ada apa sesungguhnya?

Dalam berita di WK itu, Purnomo dikutip bilang begini: “Anak-anak mudalah yang menjadi rektor UI. Pak Gumilar masih pantas untuk dicalonkan.”

Masalahnya kalau dicek ke Purnomo, WK nampaknya ingin mengecoh.

Menurut Purnomo, dia sama sekali tidak menyatakan kalimat itu atau kalimat lain yang menunjukkan bahwa Gumilar layak dicalonkan. Saya bertanya lewat sms ke Purnomo apakah benar kalimat dukungan terhadap Gumilar itu datang dari dia. Dia menyatakan itu pelintiran WK. Dia menjelaskan:

“Saat ditanya apa saya mau jadi rektor, saya jawab sdh terlalu tua lebih baik anak muda yg maju. Apa pak Gumilar OK kalau maju sebagai calon rektor, saya jawab silahkan. Setiap orang berhak calonkan diri jadi rektor.”

Saya kenal Purnomo, dan saya yakin sepenuhnya dia bicara benar. Bagi saya sih, seharusnya Punomo tak perlu mengatakan bahwa setiap orang berhak calonkan diri jadi rektor. Dia terlalu jujur dan mungkin naïf menghadapi watawan WK yang nampaknya memang sudah berniat jahat. Tapi yang penting kalimat ‘masih pantas dicalonkan’ itu tidak datang dari dia.

Dan kalau memang pernyataan Purnomo ini benar, WK harus sangat malu memiliki wartawan seperti itu.

Menurut saya itu bisa saja karena ketololan, yaitu tidak bisa membedakan antara ‘berhak dicalonkan’ dan ‘pantas dicalonkan’. Ketoloan semacam ini tak boleh dimiliki wartawan kaliber apapun.

Atau kemungkinan kedua, wartawan WK memang bisa dengan sengaja menyesatkan opini. Jadi dia tahu persis bahwa memang ada beda antara ‘berhak’ dan ‘pantas’, tapi kata itu dengan sengaja dipelintir untuk tujuan mendukung Gumular.

kalau memang sengaja memelintir, pertanyaannya adalah, mengapa wartawan melakukan itu. Bisa jadi karena cinta sang wartawan pada Gumilar atau bisa jadi juga karena duit.

Inisial wartawannya (dod). tapi mugnkin juga bukan sang wartawan yang memelintir. Bisa juga mungkin redakturnya? Atau mungkin pimpinannya?

Pertanyaannya, kenapa?

Ditulis dalam UI. 3 Comments »

3 Tanggapan to “Benarkah Warta Kota memelintir berita soal UI?”

  1. nissacita Says:

    wow nice insight bang… berhak sama pantas emang beda banget… agaknya ada ketololan bertubi-tubi di WK

  2. sang pentjilan Says:

    kayaknya WK emang pro-gumilar deh
    berapa kali baca berita2 ttg ui dan gumilar di WK
    mudah diendus kalau WK pro-gumilar
    walaupun sempat ada berita ttg penanaman pohon afrika yang mahal itu tuh
    awalnya WK “agak” mengkritisi gumilar mengenai penanaman pohon yang mahal itu, trus rubuh pula
    tapi, edisi selanjutnya (kalo gak salah besoknya), WK mengupas alasan gumilar mendatangkan pohon tersebut, yang katanya untuk melestarikan pohon yang langka itu dan untuk kepentingan riset mahasiswa
    heheheheheheheee

    tapi, ada yang aneh juga nih
    di WK itu cukup gencar juga memberitakan penemuan senjata teroris yang dikubur di hutan UI
    tapi kok beberapa alumni UI yang masi suka nongkrong di UI gak tau ya mengenai hal ini?
    logikanya sih kalo ini jadi berita besar, harusnya mereka yang cuma nongkrong2 di UI juga bakalan dapet beritanya (terterpa oleh berita tersebut… caelah! hehehehee)
    kenapa ya? apa Bang Ade tahu mengenai berita tersebut?

    oiya, mengenai siapa yang memelintir pemberitaan WK,
    jadi inget teorinya Schumacher hehehehehehe
    eh, schumacher kan ya?🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: