SAYA DISOMASI KAMARUDIN

Ade Armando (15 Maret 2012)

Saya ingin mengabarkan bahwa saya baru saja mendapat surat berisi somasi dari Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Kamarudin.

Kamaruddin menyatakan keberatannya atas tulisan saya di blog saya (adearmando.wordpress.com) yang menurutnya berpotensi merusak nama baik dia.

Ada tiga tulisan yang dia sebut secara khusus.

Pertama adalah jawaban saya terhadap seorang pembaca blog pada 30 Januari 2012. Dalam jawaban tersebut, saya menulis: “Mereka dengan gampang dikadali, karena mudah sekali percaya pada teori-teori konspirasi yang disebarkan para petinggi UI yang berpura-pura Islam itu.”

Yang saya katakan sebagai ‘mereka’ adalah para mahasiswa. Dalam tulisan saya sebelumnya saya berargumen bahwa organisasi-organisasi kemahasiswaan UI seperti BEM-BEM memang memilih berdiam diri melihat berbagai korupsi dan mismanajemen UI yang merugikan negara puluhan milyar rupiah, antara lain karena termakan dengan penyesatan opini bahwa gugatan terhadap korupsi rektor tersebut didasarkan pada alasan kebencian kelompok-kelompok sekuler-Kristen-liberal pada Gumilar dan kawan-kawan yang merupakan kubu Islam.

Kamaruddin keberatan dengan kalimat ‘berpura-pura Islam’ itu karena menurutnya saya menuduh dia bukanlah pemeluk agama Islam. Tulisnya lagi: “Padahal saudara tidak punya otoritas untuk menilai keislaman saya. Ini hubungan yang sangat privat antara saya dengan allah SWT.”

Kedua adalah tulisan saya dalam blog tertanggal 29 Januari 2012, di mana saya menulis: “mereka menyunat dan membungakan miliaran rupiah (antara lain) uang beasiswa.”

Menurut Kamarudin, ia disudutkan dengan tulisan itu, karena mayoritas uang beasiswa di UI dikelola oleh Direktorat Kemahasiswaan.

Ketiga adalah tulisan saya pada 4 Maret 2012. Dalam tulisan itu saya menyatakan bahwa sejumlah Ketua BEM yang bertemu saya menyatakan bahwa mereka percaya bahwa Rektor UI memang korup. Setelah memaparkan cerita itu kemudian saya menulis: “Menurut saya, yang sekarang harus panas dingin adalah Gumilar dan orang semacam kamarudin.”

Menurut Kamarudin, tulisan ketiga itu jelas telah memvonis bahwa dia telah melakukan tindak pidana korupsi. Kemudian Kamaruddin bertanya: “Dapatkah Saudara membuktikan bahwa saya telah melakukan korupsi? Apabila Saudara tidak dapat membuktikan maka Saudara telah mencemarkan nama baik saya. Juga sebagai muslim bukankah apabila saudara mengatakan sesuatu yang bohong tentang saya berarti saudara telah memfitnah saya?’

Itulah tiga keberatan dia atas tiga tulisan saya.

Di akhir surat Kamarudin mengultimatum saya: “Bersama ini saya mensomasi Saudara agar dalam kurun waktu selambat-lambatnya 3 X 24 jam terhitung sejak surat ini Saudara terima agar Saudara mencabut isi tulisan tersebut serta menyampaikan permintaan maaf di blog Saudara serta di media internal UI. Jika saudara tidak melakukan hal ini, maka melalui Kuasa hukum, saya akan melaporkan saudara secara pidana kepada pihak kepolisian.”

Surat Somasi itu dia tembuskan kepada: Ketua MWA, Rektor UI, Ketua SAU UI, Para Wakil Rektor UI, Dekan FISIP UI, Ketua Departemen ilmu Komunikasi UI, Para Kasubdit di lingkungan Direktorat Kemahasiswaan UI dan Ketua BEM UI.

Terus terang, bisa saja sebenarnya ini bukan surat dari Kamarudin. Di surat itu tidak ada alamat, tidak ada nomer kontak, tidak ada alamat email atau apapun. Yang ada cuma tanda tangan, dan tanggal (14 Maret 2012). Surat itu dibawa oleh seorang kurir.

Tapi di sisi lain ada juga alasan kuat untuk percaya bahwa surat itu memang datang dari Kamarudin. Si kurir tercatat nama dan nomer HPnya. Gayanya juga tampak meyakinkan sebagai kurir Kamarudin. Tambahan catatan: Sekretaris MWA menyatakan dia sudah menerima tembusan surat itu.

Jadi, saya asumsikan saja surat ini benar. Dan karena saya tidak tahu kemana harus mengirim jawaban saya, untuk sementara saya tulis saja jawaban saya di sini, sebagaimana berikut ini:

Wahai, Kamarudin.

Saya menghargai sepenuhnya upaya Anda secara terbuka untuk menggugat tulisan saya yang menyinggung perasaan Anda.

Setidaknya Anda jauh lebih jujur dari pimpinan Anda yang lebih suka bersembunyi dan menyebarkan fitnah di belakang punggung orang.

Tapi, saya tidak akan begitu saja memenuhi permintaan Anda.
Pertama, saya yakin dengan argumen dan data saya. jadi, kalau saya harus mencabut mencabut tulisan saya dan meminta maaf, itu hanya akan terjadi setelah kita bisa bertemu secara publik untuk membicarakan isi tulisan saya dengan Anda.

KARENA ITU, SAYA MENANTANG ANDA UNTUK BERTEMU DAN MEMBICARAKAN ISI TULISAN SAYA DAN KEBERATAN-KEBERATAN ANDA SECARA PUBLIK DI UI.

Mari kita bertemu dan beradu jawab di kampus UI. Tunjukkan kesalahan-kesalahan saya dan saya akan menjawabnya dan bertanya balik pada Anda.

Anda tentukan tempatnya. Tapi yang penting, pertemuan kita itu harus terbuka untuk dihadiri dan disaksikan oleh masyarakat UI.

Anda boleh hadirkan semua pendukung Anda: dari rektor dan para wakilnya, BEM-BEM pro Gumilar-Kamarudin, para Dekan pro Gumilar-Kamarudin, Dekan FISIP, dan teman-teman Anda lainnya. Tapi pertemuan itu juga terbuka untuk dihadiri oleh MWA, SAU, SAF, Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, para dosen, BEM-BEM independen, karyawan, dan bahkan para wartawan.

Mari kita biasakan transparansi dan akuntabilitas pada masyarakat kampus.

SAYA TANTANG ANDA BAHWA ITU BISA KITA LAKUKAN PEKAN DEPAN.

Kalau Anda tidak bersedia dan tetap akan memperkarakan saya ke polisi silakan…

Itulah jawaban saya pada Kamarudin.

Buat semua teman yang bisa menyampaikan surat ini pada Kamarudin, tolong sampaikan ya. Kalau tidak, ya saya bisa sampaikan juga ke Rektorat UI awal pekan depan.

Tapi, seperti yang saya katakan di atas, mungkin juga surat ini sekadar hoax alias bohong. Kalau itu yang terjadi, saya minta maaf karena sudah mengasumsikan bahwa surat ini datang dari Kamarudin.

Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi mereka yang berada di jalan yang benar.

Iklan
Ditulis dalam UI. 7 Comments »

7 Tanggapan to “SAYA DISOMASI KAMARUDIN”

  1. Alex© Says:

    Wah, kalau jadi akan seru dan menarik ini debatnya. Jangan lupa video untuk diaplod di youtube 😎

  2. Kupret Says:

    Dasar orang gila,.. sableng ga punya otak,,, semoga cepet disadarkan orang seperti ade armando ini,..

  3. Wartawan Netral Says:

    Bang Ade.

    Kalau anda mau beradu jawab silahkan saja. Tapi jangan bawa-bawa kami para wartawan sebagai senjata anda.

    Di kalangan wartawan sudah tahu kok apa yang terjadi sebenarnya.

    Apapun masalah dugaan korupsi yang anda cuap-cuapkan itu, tidak akan jadi bahan pemberitaan jika hanya tersebar melalui opini semata.

    Buktikan dong apa yang ada anggap salah. Toh ada Kejagung dan KPK.

    Semangat bang.

  4. adearmando Says:

    Wartawan netral yang baik.
    Anda ini beneran wartawan?
    Kalau memang wartawan, logika anda agak aneh lho?
    Kok Anda menuduh saya bawa-bawa Anda sebagai ‘senjata’ saya?
    Maksud Anda apa ya?
    Saya kan cuma bilang bahwa pertemuan saya dan Kamarudin itu harus dilakukan di ruang publik, termasuk harus bisa dihadiri wartawan?
    Keberatan Anda apa, boss?
    Dan kok jadi Kejagung dan KPK?

    • Kupret Says:

      Ni sebenarnya Blog Ade Armando yang Doktor dosen di FISIP UI bukan yah???? ko tulisannya ga berbobot sama sekali kalo benar tulisan seorang Doktor???? Ato ada Ade Armando lain??? tukang kebun di rumah yang namanya Ade Armando aja kalo bikin opini lebih berbobot… Enak dibaca, ga ada kata-kata kasar, punya sumber tulisan yang jelas, juga ada sumbangsih penyelesaian masalah tentang masalah yang lagi dibahas dalam tulisannya,..
      Lah di Blog ini,.. ampun dehhh ga MUTU sama sekali,…

      • antikupret Says:

        kalau isinya ga mutu kenapa blognya dbaca mulu? dasar kutu kupret -.-. apa anda kacungnya g*milar juga?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: