REKTOR UI ALAMI GANGGUAN KEJIWAAN?

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Gumilar Somantri, nampaknya memang sudah terganggu keseimbangan jiwanya.

Dia nampaknya sudah tidak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan.

Dia mengira dirinya pejabat Dirjen Dikti.

Ini ditunjukkan oleh dua perkembangan terakhir:

1. Kop surat UI sudah berubah dari ‘Universitas Indonesia’ menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Indonesia.
2. Dalam Kata Pengantar Laporan Akuntabilitas Kinerja yang dikirim Rektor ke Mendikbud, (20 februari 2012) dia secara jelas-jelas menulis: “Universitas Indonesia merupakan salah satu satuan kerja di lingkungan Menteri Pendidikan Nasional….dst”

Gumilar nampaknya memang tidak bisa mengendalikan khayalannya.

Universitas Indonesia bukanlah Satuan Kerja di lingkungan Kementerian.

KIta tahu bahwa Gumilar memang sejak lama ingin sekali menjadi Menteri.

Tapi sayang sekali Presiden tidak pernah meliriknya.

Kita tahu juga bahwa Gumilar ingin sekali melepaskann diri dari kewajibannya bertanggungjawab pada Majelis Wali Amanat, Senat Akademik Universitas dan Dewan guru Besar di UI; dengan menyatakan bahwa dia adalah bawahan Menteri.

Inilah yang menyebabkan dia tahun lalu dengan sepihak membubarkan ketiga organ tersebut. Dia bahkan sudah menandatangani Pakta Integritas kepada Dirjen Pendidikan Tinggi pada 17 Maret 2011, dengan menyebut dirinya sebagai ‘Pejabat Dirjen Dikti’.

Tapi sayang, kesepakatan bersama pada 22 Desember 2011 yang ditandatangani Mendikbud, Ketua MWA dan GUMILAR SENDIRI (!) yang menegaskan bahwa UI bukanlah satker Depdikbud.

Jadi, kalau sekarang dia menyatakan bahwa UI adalah satker Depdiknas (sic!), ini mungkin disebabkan oleh sejumlah hal:

a. Dia tolol
b. Dia pembohong
c. Dia menjilat Menteri
d. Dia terganggu keseimbangan jiwanya.

Karena saya ingin berprasangka baik, saya untuk sementara menyimpulkan: dia terganggu keseimbangan jiwanya.

Ditulis dalam UI. 17 Comments »

17 Tanggapan to “REKTOR UI ALAMI GANGGUAN KEJIWAAN?”

  1. saudaratua Says:

    asswrwb, semoga bang ade senantiasa dilindungi oleh Allah SWT, amin
    saya orang awam tapi membaca tulisan bang ade sebelumnya bang ade adalah salah satu anggota SAU yang berarti bisa Dosen PNS, kalau bang ade adalah PNS, berarti tiap bulan terima gaji dari pemerintah, nah pijakan dari pemerintah inilah lembaga UI tidak sekonyong konyong berdiri sendiri mengusulkan gajinya lewat pemerintah, tetapi ada lembaga lain yang memfasilitasinya yakni pemerintah cq kementerian pendidikan dan kebudayaan yg sebelumnya adalah kementerian pendidikan nasional yang bisa saja istilahnya satuan kerja (SATKER). Kalau bang ade bukan PNS lain lagi ceritanya
    salam

    • adearmando Says:

      Saudaratua yang baik.
      Iya, saya PNS tapi UI sendiri saat ini masih merupakan BHMN.
      Ini yang justru sedang dipersoalkan di UI.
      UI Bukan Satuan kerja Depdikbud.
      Rektor bukan bawahan Menteri.
      Kalau dia bawahan Menteri, masak sih gajinya mencapai Rp 45 juta per bulan?

      Terimakasih atas infonya…

      • Kupret Says:

        Wahahahahha,….Ketauan yang sakit jiwa tu ADE ARMANDO,.. mana ada gaji Rp. 45 Milyar perbulan,.. wakakakakakakka,…. kayaknya mesti di mandiin di kali ni orang,.. biar sifat iri dengki dan BEGO nya ilang,.. malu-maluin Warga UI aja ni orang,…

  2. dsatria Says:

    Rupanya Bung Ade ini pemberontak di UI. Prihatin….

  3. saudaratua Says:

    o begitu ya bang ade, baru tahu kalau gaji rektor 45 milyard sebulan, tapi kalau lembaga UI tidak dibawah kemdikbud., terus apkh bang ade sbg PNS dan teman teman lain yang PNS tidak ikut naik gaji, naik pangkat atau mungkin jadi professor, kata teman teman di kampung jadi professor itu harus ada restu dari kemdikbud.
    semoga bang ade sukses

    • adearmando Says:

      Saudaratua yang baik…
      Apa yang Anda tanyakan memang persoalan serius mengenai status UI, sejak dikeluarkannya PP 152/2000 yang menetapkan UI sebagai BHMN.
      Seharusnya memang Gumilar secara perlahan menjadikan UI sebagai BHMN dan seluruh pegawainya (termasuk dosen) sebagai dosen UI. Tapi amanah itu tak pernah dilakukan Gumilar.
      Sampai akhirnya MK menyatakan PP tersebut tidak sah secara hukum, sehingga lahirlah PP No. 152/2010.
      Dalam PP baru itu UI tidak lagi menjadi BHMN, melainkan menjadi Satker di Depdikbud.
      Tapi PP itu memerlukan masa transisi maksimal selama 3 tahun. Jadi sampai 2013, UI masihlah BHMN.
      Di masa transisi inlah, tiba2 Gumilar membubarkan semua organ yang dikenal dalam PP 152: MWA, SAU, SAF dan DGB. Ia juga menyatakan UI sudah menjadi Satker Depdikbud,
      Saya percaya itu dilakukan dalam rangka penyelamatan diri dari kejaran gugatan korupsi dan mismanajemen terhedap dirinya .
      Tapi kesepakatan 22 Desember 2011 yang ia tandatangani, menyatakan bahwa UI tetap masih berstatus sebagai BHMN, sampai keluar Peraturan Presiden.
      Sekarang tiba-tiba saja ia kembali menyatakan dirinya sebagai bawahan Menteri.

      Soal saya sendiri, saya tidak mempersoalkan apakah saya mau menjadi PNS atau pegawai UI.
      Buat saya yang penting bagiamana bekerja sebaik-baiknya dan bertanggungjawab kepada rakyat karena rakyat selama ini sudah membiayai UI (pada 2011 dari APBN, UI masih memperoleh Rp 400 milyaran setahun…)
      Soal profesor, ya nggak pentinglah.
      Yang penting ‘let’s together make a better Indonesia’….

      Salam sukses juga pada Anda……

  4. Boby Satya Says:

    Saya sebagai Alumni FEUI sedih membaca tulisan Bung Ade Armando yang sangat tidak elegan…

    Maaf, saya tidak mendukung Pak Gumilar tapi yang saya tahu kapasitas Bung Ade Armando tidaklah “serendah” yang saya baca di tulisan ini.

    Saya berdoa ini bukanlah tulisan asli dari seorang Bung Ade Armando

    Mohon maaf jika kurang berkenan.

    Terima Kasih dan TETAP SEMANGAT!!!🙂

    Wassalam,

    BOBY SATYA
    FEUI’95 Jurusan IESP
    NPM: 0695010123

    • adearmando Says:

      Boby.
      Maaf ekali kalau saya mengecewakan Anda.
      Ini memang tulisan saya.
      Dan secara jujur saya harus katakan, saya sangat percaya Gumilar itu punya masalah kejiwaan akut…
      Bayangkan, dia sudah menandatangani keseakatan yang mengakui bahwa UI bukanlah satker Depdikbud dan sekaang dia secara eksplisit menyatakan bahwa UI adalah satker depdikbud…
      Bagi saya, itu persoalan kejiawaan serius…
      Atau anda punya analisis lain?

  5. Ade Mesum Says:

    Kalo baca tulisan-tulisan Anda di blog ini, saya malah beranggapan Anda yang gila. Anda nulis kayak anak kecil ngamuk karena dicolek atau gak diberi permen. Kadar intelektualitas Anda sebegitu kelihatan rendahnya.
    Nulis koq isinya umpatan mulu.

    Pak Armando.. Mohon Anda sesekali menyempatkan waktu untuk merenung dan berefleksi dirilah.

    • adearmando Says:

      hahahahaha…
      Melihat nama Anda, sangat jelas bahwa Anda itu berkualitas memalukan…
      Masak mengaku-aku sebagai adeplayboy dan ademesum….
      Ada masalah apa, Mas?

  6. Iwan Says:

    Setuju bang! kayaknya rektor mulai mengalami gangguan jiwa, coba abang dan pembaca baca ini :

    http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/19/1859233/Wah.Diamdiam.Hutan.UI.Dibabat.untuk.Driving.Range

    Emangnye UI punya bapaknya apa! bener-bener keterlaluan!
    Turunkan GUMILAR sekarang juga!

  7. Jossep Esc (@Jossep_Esc) Says:

    Wah gak kelar-kelar nih UI, tuntaskan saja kasus korupsinya bung !!

  8. saudaratua Says:

    bang ade, saya ikut prihatin, apalagi dengan status BHMN sejak PP 152/2000, pangkat dan jabatan semua PNS di UI tertunda gara gara satker nya tidak dibawah pemerintah/kemdikbud dan pak gumilar yg selalu didiskusikan oleh bang ade kalau dihitung sejak tahun 2000 lama sekali ya sampai tahun sekarang jadi rektornya?
    semoga bang ade senantiasa diberikan kesehatan dan panjang umur, amin

  9. adearmando Says:

    Saudaratua… sudahlah jangan menyindir-nyindir begitu… Rektor2 sebelumnya juga mengabaikan persoalan kepegawaian ini… Tapi yang lain2 itu tidak busuk seperti Gumilar… Marilah kita sama2 mendoakan agar korupsi di UI bisa diselesaikan…

  10. jawilunsan Says:

    Bung Ade,
    Kalo UI bukan satker kemendikbud, trus berdiri sendiri gitu?? kenyataannya walaupun sejak tahun 2000 sudah ada 7 PT yang berstatus BHMN, tidak ada yang benar2 menjalankan status BHMN secara 100 persen, karena tetap saja harus di penuhi banyak kebutuhannya (dalam hal ini keuangannya) oleh pemerintah, termasuk gaji anda. didalam RKA KL (rencana kerja dan anggaran Kementrian/Lembaga), UI punya kode satker 189658 dan masuk sebagai satker dibawah Kemdikbud. Tentu saja dalam LAKIP (laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah) yang juga berkaitan dengan RKA-KL maka secara otomatis UI juga masuk sebagai satker dibawah Kemdikbud. Jika anda ngotot UI tetap BHMN ya jangan mau terima gaji dari pemerintah.. jangan mendua, duitnya mao, statusnya tidak.
    kalo anda merasa banyak yang harus diperbaiki di UI, mari bekerja bersama memperbaikinya, dengan jalan yang nyata, bukan hanya menghujat dan merendahkan..
    salam

    • saudaratua Says:

      Alhamdulillah, terima kasih infonya kalau ternyata ada nomor satkernya, semoga bang ade diberikan kesadaran dan kembali ke jalan yang benar bukan jalan yang sesat, sehat dan panjang umur, amin

  11. yanto Says:

    Sebelumya sy bukan anak UI tapi ALUMNI GUNADARMA, sebenarnya gosip seperti itu sudah menjadi hal yang biasa di kalangan kampus sy, sy coba telik memang ketika kepemimpinan GUMILAR, memang kualitas UI menjadi agak bobrok, dan yg parahnya lagi sebenarnya GUMILAR ada keinginan jadi MENTERI tapi ya mungkin impianya. beda dengan kepemimpinan pak USMAN dulu. UI sepertinya bagus di LUAR saja, tapi ya…balik lagi ke masing2 yg pernah menjadi keluarga di UI. seperti dana perpustakaan pusat, apakah dana tersebut benar untuk perpus pusat atau untuk dana yg lain. walaupun sy bukan UI sy tau isinya UI ya karena teman2 dan kerabat sy banyak disana, ya semua tahu lah KEBOBROKAN UI. Maaf Kalu ada Salah Kata.Salam SUPPORT Buat BANG ADE🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: