Sudah habiskan Rp 45 Milyar, Pembangunan Gedung Fasilkom UI Terbengkalai

Ade Armando (10 April 2012)

Tabloid Prioritas kembali menurunkan laporan tentang kekacauan tata kelola Universitas Indonesia.

Dalam edisi 9-15 April itu, Prioritas secara khusus meliput terbengkalainya pembangunan gedung Fakultas Ilmu Komputer UI.

Dikabarkan di sana (http://www.prioritasnews.com/2012/04/10/proyek-mangkrak-kampus-makara), projek yang sekarang sudah menghabiskan uang rakyat Rp 45 milyar itu kini terhenti tanpa jelas kelanjutannya.

Cerita bodoh semacam ini memang sekarang menjadi ciri khas pembangunan di UI. Sejak Gumilar naik menjadi Rektor, dia mengambil kebijakan pengelolaan keuangan yang tersentralisasi. Dan seperti dapat diduga, yang terjadi adalah kekacauan demi kekacauan.
Pembangunan gedung Fasilkom ini misalnya dilakukan tanpa melibatkan Dekan dan tanpa pengawasan Majelis Wali Amanat. Selain Fasilkom, yang juga terbengkalai adalah pembangunan gedung Art and Cultural center.

Pembangunan di UI berlangsung praktis tanpa rencana yang terukur dan pengawasan yang memadai. Gumilar berperilaku seperti seorang raja yang titahnya harus dijalankan para hulubalangnya. Pembangunan yang satu belum selesai, sudah berlangsung pembangunan yang lain. Dan itu semua berlangsung tanpa perencanaan dan koordinasi yang matang.

Di bawah ini saya kopi tulisan di Prioritas dengan judul ‘Projek Mangkrak Kampus Makara’:

“Bangunan setinggi delapan lantai yang berdiri di atas lahan seluas satu hektar di sisi jalan lingkar luar Kampus Universitas Indonesia tersebut terlihat lengang. Meski telah berwujud bangunan delapan lantai, kelengkapan lainnya seperti panel pintu, listrik belum terpasang.

“Pagar keliling dari seng masih tertutup rapat. Gundukan tanah sisa bangunan masih terserak. Halaman gedung juga masih tergenang lumpur. Padahal seharusnya sejak Februari lalu bangunan yang direncanakan untuk Fakultas Ilmu Komputer tersebut harusnya sudah mulai difungsikan.

“Meski belum selesai pengerjaanya sejak dua bulan proyek terhenti sama sekali tanpa aktivitas pembangunan. “Saya tidak tahu mengapa berhenti, saya hanya penjaga proyek disini,” Firdaus penjaga proyek ditemui Prioritas, Kamis pekan lalu.

“Dekan Fasilkom Basaruddin yang ditemui kemudian mengaku kecewa dengan pengerjaan proyek tersebut. Menurutnya, sesuai perjanjian sejak Februari lalu harusnya proyek tersebut telah selesai dan pihaknya secara bertahap mulai pindah menempati gedung tersebut.

“Namun menurut pria 50 tahun itu, pihaknya belum bisa menempati gedung tersebut lantaran bangunannya mangkrak. Beberapa fasilitas seperti listrik belum terpasang. Panel pintu juga belum ada. Padahal ia telah menambah kuota jumlah mahasiswanya mengingat akan memiliki gedung baru.

“Lebih mengecewakan lagi, menurut dia, dirinya tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan gedung baru fakultasnya itu. “Saya hanya dilibatkan pada proses sayembara proyek, tidak dalam tahap perencanaan apalagi pembangunan,” kata Basaruddin.

“Basaruddin menjelaskan sayembara proyek diadakan pada tahun 2008, hanya beberapa bulan setelah Gumilar Rusliwa Soemantri terpilih sebagai rektor UI. Basaruddin mengatakan sayembara diselenggarakan oleh pihak rektorat karena saat itu hanya fakultasnya yang belum memiliki gedung permanen untuk kegiatan belajar-mengajar.

“Untuk proyek ini pemerintah melalui APBN telah mengucurkan dana sebesar Rp 45 miliar dari total rencana anggaran pembangunan sebesar Rp 90 miliar. Dana itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2010 sebesar Rp 20 miliar dan APBN tahun 2011 sebesar Rp 25 miliar.

“Setelah memperoleh kucuran dana pemerintah itu, pihak Fasilkom berharap minimal pengerjaan proyek selesai separuhnya di bulan Februari lalu. Sehingga aktivitas perkuliahan sudah bisa dimulai.
Namun harapan itu kandas meski pada bulan February lalu Wakil Rektor II UI yang membidangi urusan keuangan, Tafsir Nurhamid telah mengirimkan surat serah terima tahap kedua pembagunan gedung kepada Basaruddin selaku Dekan Fasilkom.

“Dikonfirmasi perihal surat tersebut, Tafsir enggan memberikan penjelasan lebih jauh. Tafsir mengatakan sebaiknya segala sesuatunya langsung ditanyakan kepada humas UI. “Silahkan dicek langsung ke humas,” kata Tafsir dihubungi, Rabu pekan lalu.

“Kepala Kantor Komunikasi UI Siane Indriani ditemui di kantornya Kamis pekan lalu mengatakan proses pembangunan gedung Fasilkom tersebut masih terus berjalan. Hingga saat ini pihak UI masih membuat proposal untuk kelanjutan proses pembangunan proyek.

“Ia mengatakan, anggaran untuk proyek-proyek pembangunan di lingkungan kampus berlambang Makara ini harus dimasukkan ke dalam daftar isian perencanaan anggaran (DIPA). Tetapi Siane tak bisa memastikan apakah masih ada anggaran yang dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan proyek gedung baru Fasilkom. “Saya belum cek, tetapi yang jelas setiap tahun sudah adamasterplan-nya,” kata Siane.

“Anggota Komisi Pendidikan DPR-RI Dedi Gumelar mengaku kaget mendengar ada proyek pembangunan gedung Fakultas Ilmu Komputer yang telah menelan anggaran sebesar Rp 45 Miliar tersebut mangkrak.

“Menurut Dedy, ia akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengecek dari pos anggaran mana dana yang berasal dari APBN-P tahun 2010 dan APBN tahun 2011 tersebut diambil. “Kami akan menelusuri bagaimana kelanjutan proyek tersebut,” kata Dedi.

“Menurut Dedy, selama ini pihaknya tak tahu detil soal proyek-proyek yang diajukan setiap universitas, termasuk pembangunan gedung Fakultas Ilmu Komputer di UI. Pengajuan proyek tersebut diajukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menjadi mitra Komisi X. “Kami menerima anggaran dari kementerian secara gelondongan, tidak spesifi k item per item,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

“Sekretaris Majelis Wali Amanat UI Damona Kwintatmi Poespawardjaja menyebut pihak rektorat selalu menggunakan celah dari APBN-P untuk pembangunan proyek-proyek di UI. Damona mengatakan pihak rektorat selama tiga kali berturut-turut mengajukan APBN-P tanpa sepengetahuan pihak MWA. “Kalau seperti ini, untuk apa ada MWA,” ujar Damona.

Yudho Raharjo | Fadilla Fikriani Armadita.

2 Tanggapan to “Sudah habiskan Rp 45 Milyar, Pembangunan Gedung Fasilkom UI Terbengkalai”

  1. asalngomong Says:

    Bang ade, makin banyak tulisan anda makin banyak orang yg ragu ttg intelektual n akademisinya krn bukan solusi atau hasil dialog yg ditulis tapi hujatan n buka aib sendiri institusi anda, tercermin makin kurangnya yg memberikan tanggapan. Pertanyaannya apakh benar blog ini punya bang ade armando pakar komunikasi yg terkenal itu khususnya yg sering tampil di tv?

  2. gue aja Says:

    ini nihh akibat asal ngoceh karena tidak tau proses pengerjaan proyek yang dananya berasal dari APBN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: