Dapatkah JK, Said Aqil, Bagir Manan, Endriartono, Anugrah Pekerti dan Alwi Shihab membersihkan UI?

Ade Armando (28 April 2012)

Dapatkah JK, Said Aqil, Bagir Manan, Endriartono, Anugrah Pekerti dan Alwi Shihab membersihkan UI?

Pertanyaan ini mengemuka mengingat saat ini proses pembersihan UI dari korupsi dan kekacauan pengelolaan mulai melibatkan enam tokoh Indonesia itu.

Sidang Paripurna Senat Akademik UI pada Kamis (26 April) memilih mereka sebagai anggota Majelis Wali Amanat UI: Jusuf Kalla (mantan Wapres), Said Aqil Siradj (Ketua PBNU), Bagir Manan (Mantan Ketua MA, sekarang Ketua Dewan Pers), Anugrah Pekerti (pakar manajemen pendidikan), Endriartono Sutarto (mantan Panglima TNI), dan Alwi Abdurrahman Shihab (mantan Menlu dan Menko Kesra).

Diperkirakan, keenam tokoh ini akan secara resmi dilantik menjadi anggota MWA baru awal Mei nanti. Saat ini sudah ada 11 nama anggota MWA yang berasal dari 11 fakultas di UI.

Kehadiran keenam tokoh ini menjadi penting karena MWA adalah sebuah lembaga yang memiliki kewenangan mengawasi dan memilih rektor, sementara pemilihan Rektor UI akan berlangsung maksimal Agustus 2012.

Saat ini sudah beredar kabar bahwa Prof. Dr. Gumilar Somantri akan maju kembali untuk menjadi Rektor UI periode 2012-2017. Gumilar sebenarnya sedang didera banyak masalah. Pembongkaran mismanajemen dan tuduhan korupsi terhadap Gumilar dan lingaran terdekatnya sudah berulang kali dlontarkan secara terbuka. Toh dengan percaya diri dia sudah menyatakan ke banyak pihak, bahwa dia akan maju untuk pemilihan Agustus nanti.

Peluang Gumilar untuk memenangkan pemilihan berikutnya sejauh ini sangat kuat. Pemilihan Rektor di UI dimulai dari bawah. Setiap orang, dengan syarat tertentu, berhak mengajukan diri sebagai calon Rektor.
Pihak pertama yang akan menseleksi para calon itu sehingga hanya mengerucut pada beberapa nama adalah Senat Akademik Universitas. Baru setelah itu, MWA yang akan menentukan siapa yang menjadi Rektor. Dalam tahap pemilihan terakhir ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dilibatkan dan memiliki 35% suara.

Peluang Gumilar sangat kuat karena pada dasarnya ia berhasil menempatkan para pendukung loyalisnya di SAU dan MWA yang berasal dari dalam UI. Bisa dikatakan lebih dari 50 persen anggota SAU, termasuk Ketua dan sekretarisnya, adalah pendukung setia Gumilar. Begitu juga bisa dikatakan lebih dari 50 persen dari 11 nama anggota MWA yang berasal dari fakultas-fakultas di UI adalah para loyalis Gumilar. Tambahan lagi sekitar 50 persen dari dekan-dekan di UI adalah mereka yang berutangbudi pada Gumilar yang telah menunjuk mereka sebagai pimpinan fakultas.

Karena itulah enam nama tokoh masyarakat ini akan sangat menentukan peluang Gumilar.

Pertanyaaanya: kenapa keenam nama ini yang terpilih?

Tentu saja, salah satu jawaban adalah karena keenam nama tersebut memang memenuhi kualifikasi.

Tapi, jawaban semacam itu agak menyederhanakan masalah mengingat proses pemilihan yang berlangsung.
Keenam nama itu dipilih oleh para angota SAU yang mayoritas di antaranya adalah para loyalis Gumilar. Saya sendiri adalah anggota SAU dan saya bisa melihat langsung bagaimana Gumilar beserta Wakil Rektor mengarahkan hasil-hasil rapat dengan mengirimkan, misalnya, instruksi melalui SMS.

Pada awalnya ada 50 lebih nama calon MWA yang dikerucutkan menjadi 14 orang. Dari 14 orang itu lah kemudian dipilih enam nama yang akhirnya menjadi anggota MWA. Yang patut dicatat, penseleksian dengan cepat selalu dilakukan dengan voting. Tanpa ada diskusi mengenai setiap kandiat.

Pandangan sejumlah anggota SAU yang berusaha berargumen bahwa pemilihan sebaiknya dilakukan dengan cara rasional-objektif, misalnya dengan membicarakan kontribusi yang bisa diberikan para calon, diabaikan begitu saja. Karena ketidaksetujuan dengan proses seleksi yang terkesan sekadar sandiwara itulah, sekitar 17 orang anggota SAU – termasuk saya – menyatakan Walk Out dan tidak terlibat bahkan sebelum pemilihan suara diambil pada rapat paripurna SAU 26 April 2012 lalu.

Sulit untuk menghindari kesan bahwa kubu Gumilar memang sudah menetapkan paket enam nama yang secara patuh dijalankan seluruh anggota SAU loyalis Gumilar. Karena itu, walau mungkin sekali bila proses pemilihannya dilakukan secara rasional-objektif sebagian besar dari keenam nama itu tetap terpilih, kubu Gumilar berkeras agar pemilihan langsung dilakukan cara voting..

Pertanyaannya: mengapa kubu Gumilar mengusung keenam nama itu? .

Tentu tak mudah memperoleh jawaban. Namun jawaban paling logis adalah karena Gumilar menyangka dia akan mampu mengarahkan keenam nama itu untuk mendukung dia atau kandidat yang dia tentukan dalam pemilihan Rektor Agustus 2012 nanti.

Sejumlah informasi yang perlu diperhatikan mengenai keenam nama ini adalah:
a. Jusuf Kalla memang sudah dihubungi secara khusus oleh Gumilar menjelang pemilihan MWA. Tak ada informasi lebih jauh mengenai isi pembicaraan Gumilar dan JK.
b. Said Aqil Siradj adalah ketua PBNU sementara Gumilar adalah salah satu anggota Dewan Ahli Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU
c. Alwi Shihab adalah anggota MWA periode 2007-2012 yang dianggap dekat dengan Gumilar karena ia penginisiatif pemberian gelar Honoris Causa kepada Raja Saudi yang kcontroversial pada 2011.
d. Bagir Manan adalah mantan Ketua MA dan sekarang adalah Ketua Dewan Pers. Tak ada informasi mengenai kedekatan Bagir dengan Gumilar, Tapi memang yang mengajukan nama Bagir sebagai calon anggota MWA adalah seorang loyalis Gumilar.
e. Endriartono Sutarto adalah mantan panglima TNI yang terkenal sebagai panglima berpikiran terbuka. Tak ada informasi khusus tentang kedekatan dia dengan Gumilar.
f. Anugrah Pekerti adalah pakar manajemen pendidikan. Tak ada informasi khusus tentang kedekatan dia dengan Gumilar.

Bila dilihat dari kualitas nama-nama tersebut, menurut saya, skenario Gumilar untuk mempertahankan dirinya tidak akan berjalan terlalu mudah.

Salah satu persoalan Gumilar adalah, nama-nama tersebut bukanlah mereka yang gampang dibeli atau dipengaruhi. Tokoh seperti JK, Said, Bagir, Endriartono, Pekerti dan Alwi adalah tokoh yang dikenal memiliki integritas tinggi sehingga akan keterlaluan membayangkan mereka akan bersedia melakukan dagang-sapi dengan Gumilar.

Berkaca dari terpilihnya Gumilar oleh MWA terdahulu (2007-2012), Gumilar memang ketika itu dikenal pintar sekali membujuk dan berdiplomasi sehingga banyak anggota MWA ketika itu kepincut hatinya dan memilih dia sebagai rektor.

Kini pun mungkin saja Gumilar sudah menghubungi mereka dengan ucapan-ucapan manisnya.

Yang membedakan kondisi sekarang dari pemilihan 5 tahun yang lalu adalah bahwa sekarang ada banyak sekali kasus mismanajemen UI dan indikasi korupsi yang sulit ditutupi.

Hasil pemeriksaan BPK sudah menunjukkan kerugian negara puluhan milyar rupiah akibat kepemimpinan Gumilar. Bahkan masih ada kasus-kasus yang harus ia pertanggungjawabkan, misalnya saja pembangunan integrated academic center di Pegangsaan Timur yang dinilai merugikan negara di atas Rp 40 milyar.

Begitu juga, KPK sekarang masih melacak korupsi di UI. BPKP pun akan segera turun tangan. ICW sudah menemukan sejumlah temuan menarik mengenai laporan keuangan UI.

Dengan demikian, kehadiran keenam tokoh tersebut bisa saja menjadi kartu penting bagi pembenahan UI. Bila keenam tokoh tersebut memperoleh informasi yang akurat mengenai kekacauan UI, mereka justru menjadi kekuatan yang mematikan upaya Gumilar bukan saja untuk menjadi rektor namun juga menyembunyikan segenap kekacauan manajemen yang berlangsung selama ini.

Karena itu, yang sebaiknya disampaikan kepada Jusuf Kalla, Said Aqil Siradj, Bagir Manan, Endriartono Sutarto, Anugrah Pekerti dan Alwi Shihab adalah ucapan Selamat Datang. Medan yang akan dihadapi mereka sama sekali tidak mudah. Tapi saya percaya kelompok-kelompok yang memperjuangkan sebuah UI yang bersih dan berorientasi pada kepentingan rakyat akan bersedia membantu dan mengawal kerja mereka.

Allah senantiasa melindungi mereka yang berada di jalan yang benar.

Ditulis dalam UI. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Dapatkah JK, Said Aqil, Bagir Manan, Endriartono, Anugrah Pekerti dan Alwi Shihab membersihkan UI?”

  1. paul stoddardt Says:

    apanya yang mau dibersihkan, pejabat ato dosen yang tidak loyal ke Rektor didepak semua ?

  2. Kupret Says:

    Yang dibersihkan makhluk – makhluk kaya ade armando aja,.. hahhaha,,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: