Mengapa Marah pada Homoseksualitas?

Ade Armando (8 Mei 2012)

Gara-gara kedatangan Irshad Manji, perbincangan soal homoseksualitas kembali mengemuka.

Beberapa penulis – seperti Adian Husaini – menulis panjang lebar soal betapa terkutuknya orientasi seskual sesama jenis itu.

Penulis lain mengutip ayat Al Quran dan hadits yang menurut tafsirannya menunjukkan betapa Allah membenci homoseksualitas.

Wacana semacam itu tentu saja baik-baik saja

Saya mungkin tak setuju dengan isinya, namun itu tak jadi masalah.

Yang jadi masalah adalah kalau karena keyakinan bahwa homoseksualitas itu adalah haram, mereka yang meyakininya berhak mengusir, melarang, menyerang seseorang yang lesbian atau homo.

Kalau itu terjadi, hak seseorang untuk memiliki orientasi seksual yang berbeda ditindas.

Itu yang terjadi pada Irshad Manji.

Itu yang terjadi pada kaum waria yang dikejar-kejar kaum yang mengira diri mereka manusia paling taat beragama di dunia..

Pertanyaannya: kalaulah seseorang itu homoseksual, kenapa yang lain harus marah?

Kalau sebagian memang menganggap itu haram menurut agama, ya nyatakan saja haram.

Kalau sebagian menganggap bahwa homoseksual itu dikutuk Tuhan, ya biarkan Tuhan yang nanti menghukumnya.

Contoh lain soal sholat.

Bagi sebagian orang, mereka yang tidak sholat itu kan masuk neraka.

Ya biarkan saja, Tuhan yang nanti memasukkan mereka ke neraka.

Jangan manusia dong yang memaksa orang lain untuk sholat…

Kita harus siap menerima perbedaan.

Kita ingat dulu pernah ada masa di mana wanita berjilab itu minoritas di Indonesia.

Kita tentu marah kalau mereka yang mayoritas memaksa agar mereka yang berjilbab untuk melepaskan jilbabnya karena alasan bahwa  ‘berjilbab adalah contoh keterbelakangan’.

Alasan kita untuk menolak pemaksaan itu adalah karena kita percaya bahwa memilih untuk berjilbab adalah hak asasi manusia yang harus dihormati.

Kalaupun kaum liberal enganggap bahwa berjilbab itu tolol, mereka tetap tak boleh memaksakan kehendak. Demikian pula sebaliknya.

Begitu juga dengan homoseksualitas.

Anda boleh saja menganggap bahwa kaum homo itu tolol, terkutuk, calon neraka, dan seterusnya. Tapi Anda tidak punya hak untuk menghina, melarang apalagi menyerang mereka yang homo.

Saya sendiri muslim.

Saya rasa saya cukup taat shalat. Taat puasa. Menjalankan perintah Allah dengan cara sebaik yang saya bisa.

Dan saya menganggap bahwa homoseksualitas adalah hal yang layak diterima.

24 Tanggapan to “Mengapa Marah pada Homoseksualitas?”

  1. nengah Says:

    Orientasi seks itu urusan pribadi tiap manusia. Asalkan tetap menjadi hal yg pribadi, ya tidak masalah. Tp klo sampai ditunjukkan dimuka umum, itu baru masalah. Maksudnya gini: saya pernah terjebak dalam lift yg berisi 4 pasangan pria, yg saling menunjukkan kemesraan mereka, saling peluk, saling cium. Nah, itu menjadi hal yg mengganggu.

    • adearmando Says:

      Nengah, tentu saja melihat dua pria ciuman di depan umum mengganggu. Tapi kan kalau yang melakukannya pria dan wnita juga mengganggu. Jadi persoalannya bukan soal sesama jenisnya. Yang jadi masalah, ciuman di muka umum.

  2. Kupret Says:

    ” Dan saya menganggap bahwa homoseksualitas adalah hal yang layak diterima.”,.. Jangan – jangan anda salah satu dari anggota Homoseksual itu yah???

    • Andhanto KM Says:

      Bukan, bang ade sudah mempunyai seorang istri. Jadi bang, homoseksual adalah pilihan? karena sejatinya mereka sadar bahwa mereka homo dan mereka tahu konsekuensi lalu mereka tetap memilih menjadi homo

  3. kaossehat Says:

    DIparagraf salah satu paragraf diatas ditulis:
    “Kalau sebagian memang menganggap itu haram menurut agama, ya nyatakan saja haram.”

    Tapi di lain paragraf ditulis:
    “Anda boleh saja menganggap bahwa kaum homo itu tolol, terkutuk, calon neraka, dan seterusnya. Tapi Anda tidak punya hak untuk menghina.”

    Koq menurut saya jadi blunder ya?
    bukannya mengutuk, berkata tolol, itu sama aja menghina?, meskipun dengan kata2 yang mengandung emosi. dan kalau Tuhan saja udah mengutuk, kenapa kita harus membiarkan?, emang apa hebatnya kita dari Tuhan?

    • adearmando Says:

      Kaosehat, badakan dong.
      Di paragraf pertama, saya katakan ‘menganggap’… Jadi itu ada dalam diri, dalam hati, dalam pikiran
      Itu kan tidak bisa dilarang.
      Tapi kalau itu kemudian diwujudkan dalam kata-kata yang dkeluarkan secara publik, itu jadi masalah…

  4. Ada nasihat dari mantan ketua umum NU tentang Irshad Manji dan homoseksualitas « Jurnal Toddopuli Says:

    […] Ade Armando <im_armando@yahoo.com> https://adearmando.wordpress.com/2012/05/08/mengapa-marah-pada-homoseksualitas/ Ade Armando (8 Mei 2012) Gara-gara kedatangan Irshad Manji, perbincangan soal homoseksualitas […]

  5. Abdi Rabbihi Says:

    untuk adearmando: gini aja…nanti kalau istri atau anaknya berzina dgn orang lain, nggak perlu marah, nggak perlu menghukum, itu lumrah, sah-sah saja, lha wong orientasi seksualnya mungkin pengin coba rasa baru….biar tuhan saja nanti yg menghukum….yg ptg istrinya atau anaknya rajin sholat, urusan seksual itu nafsi-nafsi….:)

    • adearmando Says:

      Abdi, ya kira-kira sih memang begitu.
      Saya hanya bisa menasehati, bisa mengarahkan, memberi petunjuk.
      Setiap manusia kan harus bertanggungjawab sendiri-sendiri kepada Tuhan

      • Jossep Esc (@Jossep_Esc) Says:

        hahaha, bung abdi tajam komennya nylekit. Bunga ade lindungilah keluarga kita dari godaan perilaku homo, lesbi dll jangan berperilaku seperti hewan karena merusak silsilah keluarga dan berpotensi merusak kelangsungan negara.

  6. frey Says:

    Pemikiran yang logis bang ade, tidak ada 1 orangpun yang berhak menghukum, menindas, dan menghakimi orang lain atas nama Tuhan.

  7. hafid Says:

    Mas Ade, kalo anaknya mas ade sendiri tiba2 bergaul dgn preman yg menggunakan narkoba narkoba dan menenggak miras kira2 mas ade akan berbuat apa? Ada kah ortu yg akan membiarkan pemandangan seperti itu tanpa melarang atau memberikan nasehat? Bagaimana jika anak mas sendiri mulai bergaul dgn komunitas homo & lesbi? Dan akhirnya dia memilih utk menjadi salah satunya dgn alasan HAM, mas ade jgn malu sama tetangga/keluarga lho klo nanti harus mendampingi pernikahannya🙂

    Ketika kita bekerja dikantor, adalah sebuah keniscayaan bahwa ada peraturan yg mengikat mas, ex: jam kerja, job desc, kewenangan, code of conduct, pakaian dinas, dll dan kita wajib taat dgn peraturan tsb, kenapa harus taat? Karena kita sign contract & dan kita di gaji oleh perusahaan tsb. Bagaimana jika kita tidak mau taat? Ya silahkan pindah ke perusahaan lain, yg tidak ada peraturannya (kalo ada)🙂

    Begitu jg dgn hidup kita mas, tidak ada yg namanya kebebasan MUTLAK, perusahaan saja ada aturannya apalagi agama? Umat nasrani harus beribadah ke gereja setiap hari minggu dan ada tata cara yg harus diikuti berpedoman pada injil, begitu pula umat yahudi berpedoman pada taurat, hindu, budha, dll semua ada aturan yg harus ditaati.. Dan begitu pula kita sebagai muslim mas, kita diwajibkan oleh Allah utk menyerukan yg ma’ruf, dan melarang kepada kemunkaran, jadi menasehati dan melarang paham homo dan lesbi itu adalah kewajiban kita, bahwa caranya yg harus didiskusikan saya setuju, tapi ingat, islam itu mengatur kekerasan bukan melarang kekerasan, semuanya sdh ada petunjuknya di quran dan sunnah. Bisa jadi cara FPI salah tapi bisa jadi mereka benar, dan hati2 dgn pemberitaan media, banyak yg berat sebelah, karena topik agama ini sedang “seksi2nya”, verai eramuslim.com pembubaran di LKiS sama sekali tidak ada pendobrakan apalagi pemukulan oleh MMI

    Semoga masing2 dari kita bisa menjadi muslim yg seutuhnya (kaffah) yg tidak setengah2 dalam memahami aturan sang pencipta, Alah SWT, yg telah memberikan kita segala kenikmatan di dunia, yg sering kita lalai terhadapnya dan mencacimaki ketetapannya, naudzubillah min dzalik

    Salam ukhuwah
    Hafid

    • adearmando Says:

      Bung Hafid.
      Saya termasuk orang yang tidak anti homoseksual. Jadi saya tidak punya masalah kalaupun anak saya menjadi homo. Saya rasa orientasi seksual adalah sesuatu yang normal dan diciptakan Allah. Saya termasuk orang yang tidak percaya bahwa Islam menolak homoseksualitas. Dan saya tidak akan malu menyatakan bahwa anak saya homo kalau dia memang homo.
      Dan kalaupun misalnya Anda mengatakan bahwa homoseksualitas adalah haram, Anda harus ingat negara ini tidak melarang hal yang haram, kecuali bila hukum positif di Indonesia mengatakan bahwa itu adalah tindakan yang dilarang dilakukan.
      Sebagai contoh, negara ini mengizinkan minuman keras, babi sebagai makanan dan bahkan hubungan seks di luar nikah kalau itu dilakukan orang dewasa yang tidak terikat pada pernikahan.
      Begitu juga dengan homoseksualitas.
      Ini tentu berbeda dengan narkotika yang dilarang oleh agama walau secara agama tidak ada aturan yang jelas mengaturnya.
      Soal perbandingan dengan kantor, justru Anda harus sadar negara ini (kalau diibaratkan kantor) tidak melarang homoseksualitas.
      Indonesia bukan negara Islam.
      Kalau Anda memaksa agar kaum homo dilarang, silakan Anda yang pindah kantor ke Saudi Arabia, misalnya.

      • Hafid Says:

        Bismillah,

        Mas Ade, saya coba jelaskan satu persatu ya, mohon dikoreksi jika ada kesalahan, maklum pengetahuan saya sangat terbatas

        1. “Saya termasuk orang yang tidak percaya bahwa Islam menolak homoseksualitas…”

        Coba mas Ade buka Quran & terjemahan, cari surat Al-A’raf ayat 80-84, Allah SWT berfirman:“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).
        Coba mas buka lagi surat Hud ayat 82, dikisahkan: “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”
        Kerusakan perilaku seksual kaum Luth ini juga ditegaskan oleh Rasulullah saw: “Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah).

        Rasulullah SAW juga bersabda: “… dan apabila telah banyak kejadian laki-laki ’mendatangi’ laki-laki, maka Allah akan mencabut tangan-Nya dari makhluk, sehingga Allah tidak mempedulikan di lembah mana mereka akan binasa.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, dan at-Tabhrani).

        tidak percaya kah mas Ade dengan Al-Quran dan perkataan Rasulullah SAW?.. mas Ade seorang MUSLIM kan?.. bukankah mas Ade sendiri yg berkata bahwa “Saya rasa saya cukup taat shalat. taat puasa. menjalankan perintah Allah dgn cara sebaik yg saya bisa”.. apakah perintah Allah hanya sholat & puasa saja mas?..🙂

        2. “Saya rasa orientasi seksual adalah sesuatu yang normal dan diciptakan Allah…”

        Apakah orientasi berzina juga diciptakan oleh Allah mas? bagaimana dengan orientasi utk membunuh orang? atau orientasi untuk merampok? menipu? diciptakan oleh Allah SWT juga ya mas?🙂

        “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah Syetan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.Sesungguhnya Syetan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 168-169)

        Bisakah kita memilih utk tidak menipu?.. Yup, jawabannya: BISA.. lalu bisa kah kita memilih untuk tidak membunuh, merampok, berzina, selingkuh, ber-homo, ber-lesbi, dll? tentu saja BISA.. asalkan manusia senantiasa bertaqwa dan tidak menuruti bisikan syaitan
        jadi orientasi homoseks ini bukanlah ciptaan Allah mas, tapi hal tsb adalah hasil dari bisikan syaitan yang diikuti oleh manusia (yang lemah iman tentunya), mudah2an mas Ade bisa membedakan mana yang “ciptaan” Allah mana yang tidak

        apalah artinya nikmat syahwat di dunia yg hanya sesaat ini, dibandingkan dengan nikmat surga jannah yang kekal abadi di akherat nanti, mas Ade tentu lebih mengetahui apa syarat utk masuk surga🙂

        3. “Dan kalaupun misalnya Anda mengatakan bahwa homoseksualitas adalah haram, Anda harus ingat negara ini tidak melarang hal yang haram, kecuali bila hukum positif di Indonesia mengatakan bahwa itu adalah tindakan yang dilarang dilakukan…”

        Yang berhak menentukan halal atau haram hanyalah Allah SWT, bukan saya.. saya seorang muslim, tentunya muslim harus beriman & berpedoman kepada Quran & Sunnah Rasul, Quran & Sunnah-lah yang “mengatakan” mana yang halal & haram, dan kita wajib beramar ma’ruf nahi munkar dengan-nya

        mas Ade, UU perkawinan di Indonesia itu melarang pernikahan SESAMA jenis mas, makanya homo/lesbi pada nikah di belanda, jadi itu adalah bukti kalo negara MELARANG perbuatan yang HARAM (walhamdulillah..) So, coba sebutkan apa dasar mas Ade mengatakan negara ini meperbolehkan homoseksualitas? karena ilmu saya sangat terbatas jadi mungkin ada yg terlewat

        Andaikata oh andaikata, jikapun negara memperbolehkan homoseks dan presiden mengesahkan UU-nya (naudzubillah min dzalik), lalu mas Ade sebagai seorang muslim yang “cukup taat” manakah yang akan mas Ade ikuti? UU buatan manusia (yang diciptakan oleh Allah SWT) atau “UU” buatan Allah SWT (sang maha pencipta)???…

        4. “Sebagai contoh, negara ini mengizinkan minuman keras, babi sebagai makanan dan bahkan hubungan seks di luar nikah kalau itu dilakukan orang dewasa yang tidak terikat pada pernikahan.
        Begitu juga dengan homoseksualitas…”

        – Miras? hampir di setiap daerah ada perda yang melarang miras (alhamdulillah), minimal mengatur peredaran dan distribusinya
        – Haruskah negara mengatur & mengeluarkan UU sampai dengan level makanan, terutama babi? lalu apa fungsinya MUI?
        – negara indonesia mengizinkan hubungan seks diluar nikah??.. really? are you sure?… artinya tidak bakalan ada lagi penggerebekan kosan, lokalisasi WTS, dll ya mas?🙂

        4. “Ini tentu berbeda dengan narkotika yang dilarang oleh agama walau secara agama tidak ada aturan yang jelas mengaturnya”

        mas Ade yakin tidak ada aturan yang jelas??…
        Ganja, heroin, serta bentuk lainnya baik padat maupun cair yang terkenal dengan sebutan mukhaddirat (narkotik) adalah termasuk benda-benda yang diharamkan syara’ tanpa diperselisihkan lagi di antara ulama, apa dalilnya?

        a. Ia termasuk kategori khamar menurut batasan yang dikemukakan Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a.:

        “Khamar ialah segala sesuatu yang menutup akal.”

        Yakni yang mengacaukan, menutup, dan mengeluarkan akal dari tabiatnya yang dapat membedakan antar sesuatu dan mampu menetapkan sesuatu. Benda-benda ini akan mempengaruhi akal dalam menghukumi atau menetapkan sesuatu, sehingga terjadi kekacauan dan ketidaktentuan, yang jauh dipandang dekat dan yang dekat dipandang jauh. Karena itu sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas
        sebagai akibat dari pengaruh benda-benda memabukkan itu.

        b. Barang-barang tersebut, seandainya tidak termasuk dalam kategori khamar atau “memabukkan,” maka ia tetap haram dari segi “melemahkan” (menjadikan loyo). Imam Abu Daud meriwayatkan dari Ummu Salamah.

        “Bahwa Nabi saw. melarang segala sesuatu yang memabukkan dan melemahkan (menjadikan lemah).”

        Al-mufattir ialah sesuatu yang menjadikan tubuh loyo tidak bertenaga. Larangan dalam hadits ini adalah untuk mengharamkan, karena itulah hukum asal bagi suatu larangan, selain itu juga disebabkan dirangkaikannya antara yang memabukkan –yang sudah disepakati haramnya– dengan mufattir

        c. Bahwa benda-benda tersebut seandainya tidak termasuk dalam kategori memabukkan dan melemahkan, maka ia termasuk dalam jenis khabaits (sesuatu yang buruk) dan membahayakan, sedangkan diantara ketetapan syara’: bahwa lslam mengharamkan memakan sesuatu yang buruk dan membahayakan, sebagaimana firman Allah dalam menyifati Rasul-Nya a.s. di dalam kitab-kitab Ahli Kitab:

        “… dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk …”(al-A’raf: 157)

        Dan Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh
        memberi bahaya (mudarat) kepada orang lain.”3

        Segala sesuatu yang membahayakan manusia adalah haram: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (an-Nisa’: 29)

        “… dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan …” (al-Baqarah: 195)

        5. “Soal perbandingan dengan kantor, justru Anda harus sadar negara ini (kalau diibaratkan kantor) tidak melarang homoseksualitas. Indonesia bukan negara Islam. Kalau Anda memaksa agar kaum homo dilarang, silakan Anda yang pindah kantor ke Saudi Arabia, misalnya.”

        Saya rasa mas Ade salah tangkap soal analogi kantor yang saya jelaskan di atas, “kantor” bukan diibaratkan dengan “negara”, mohon dibaca kembali🙂

        Saya coba jelaskan ulang ya, Yang saya maksud adalah persamaan dari 2 hal tersebut (“kantor” dan “islam”), persamaannya adalah adanya peraturan yang MENGIKAT, yup mengikat… apakah mas Ade seorang karyawan? saya seorang karyawan swasta lho mas🙂 ..sudah konsekuensi bagi karyawan seperti kita ini untuk patuh dan tunduk kepada peraturan perusahaan, karena kita sudah tanda tangan kontrak pada saat kita direkrut pertama kali, dan otomatis kita MENYETUJUI peraturan perusahaan setelah kita sign kontrak toh? apalagi kita di gaji oleh perusahaan?…

        begitu pula kita sebagai seorang muslim mas, sudah sepantasnya kita patuh dan tunduk kepada aturan, larangan, perintah, kewajiban dari Allah SWT sang pencipta kita dan alam semesta yang maha indah ini, bukankah kita sudah “sign contract” ketika kita mengucapkan & meyakini kalimat “Laa illaha ilallah, muhammadur rosulullah”, apalagi kita diberikan “gaji” oleh Allah berupa NYAWA sehingga dengannya kita bisa menikmati keindahan dunia melalui panca indera kita, subhanallah…

        Apa saja larangan & perintah Allah? semuanya ada di Al-Quran & Sunnah mas, tentunya mas Ade yang lebih mengetahui, mulai dari yang sederhana: makan dengan tangan kanan, masuk kamar mandi dengan kaki kiri terlebih dahulu, makan harus sambil duduk.. sampai hal2 terkait hubungan kita dengan orang lain (muamalah): adab dengan tetangga, menyikapi perbedaan, bersikap dengan non muslim.. sampai hal2 yang agak kompleks: cara beramar ma’ruf nahi munkar yang baik, bersiyasah (politik), dll, termasuk didalamnya adalah mengingkari homoseks, lesbi, dll dan wajib menasehati orang seperti irshad manji itu.. bagaimana cara menasehatinya? semuanya sudah di quran & sunnah, ada tahapannya, sudah buanyak dijelaskan di website para ustadz

        Karena sesungguhnya Islam itu tidak ditegakkan di atas logika & hawa nafsu manusia yang sangat terbatas, jikalau seperti itu maka setiap orang bisa “berfatwa”: ini boleh, itu dibenarkan, ini halal kok siapa bilang haram, dll🙂

        Coba mas Ade buka Quran & terjemahan, cari surat Al Baqarah ayat 208: Yaa ayyuhalladzii na aamanud’ khuluu fissilmi kaaffah.. “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah (keseluruhan/seutuhnya)”

        Jadi islam tidak sekedar hanya ibadah mahdhoh saja mas, sholat, zakat, puasa, haji.. tapi lebih daripada itu

        Btw saya ingin ke saudi arabia mas, cuma bukan untuk pindah kantor, tapi untuk berhaji tentunya, semoga kita bisa berangkat bersama ya Mas, semoga Allah SWT memudahkan. Amiin

        Salam ukhuwah
        Hafid

      • xaverie Says:

        Mas Ade.. saya pribadi setuju dengan cara mendiskusikannya baik2. Namun jika memperbolehkan dan mendukung penyimpangan tersebut, itu sama hal nya membiarkan seseorang melakukan kesalahan tp kita diam saja. Jatuhnya kita jg melanggar ajaran agama. Allah menciptakan laki2 dan perempuan sbg pasangan, tidak ada yg lain.

  8. sinar Says:

    wah, penjelasannya bung hafid oke nih,, saya sepakat bung…
    semoga bisa jadi pencerahan buat banyak orang….

  9. MR Intifadha Says:

    bismillah

    1. bagi saya sendiri, perintah paling jelas bahwa amar ma’ruf nahi mungkar di kalangan umat Islam makin rendah, konsep tersebut seolah hilang, kalau misalnya mau maen salah2 an, ya.. salahkan dan bicaralah pada diri sendiri, karena bagi saya sendri yg telah belajar sdikit soal ilmu sosial, hubungan homoseksual (gay ataupun lesbi) karena adanya interaksi hubungan sosial, bukan karena faktor demonologis

    2. manusia itu terbagi menjadi 3, ada jasad, nafsu, dan ruh.. masalahnya nafsu juga merupakan kodrat kita, dimana Freud menagatakan dalam teori psikologisnya, nafsu ini adalah id kita sebagai manusia, bahwa pada dasarnya manusia itu seperti binatang, konstruksi dari sosialisasi sosial lah yang akhirnya membuat manusia tersebut mempunyai nilai

    3. jangan samakan budaya islam dengan budaya arab, budaya arab beberapa menjadi budaya islam, tetapi budaya islam belum tentu budaya arab, karena islam rahmatan lil alamin, coba aja lihat islam kita sama islam arab, beda kan? UU perkawinan pun rencananya mau direvisi, masa anak bocah di bawah 18 tahun boleh nikah?

    4.saya belajar di krimonologi dan menyimpulkan bahwa kejahatan dan penyimpangan itu tetap diperlukan.. dan lagi perspektif akan kejahatan dan penyimpangan itu berbeda-beda dari waktu dan tempat.. soal khamr sndiri saat itu ayat al quran sampai diangsur2 kan guna berupaya mengahramkannya hingga benar2 haram

    5.saya rasa kita bukannya mengingkari, tetapi lebih ke arah pengakuan bahwa mereka itu ada, kalau memang mau mengubahnya sosialisasikanlah hal2 yang dianggap benar dan baik, jgn nyalahin org lain, nabi dan rasul zaman dahulu tidak pernah memaksakan suatu kaum untuk masuk agama ini semuanya toh? Allah juga telah tegas menjelaskan dalam al quran bahwa Ia bisa saja menjadikan semua manusia beriman, tetapi Ia tidak mau, dan Ia pula dengan mnyatakan bahwa manusia itu terdiri dari berbagai golongan agar kita saling mengerti

  10. Iwan Says:

    Tidak usah bahas agama bos, kalo gak ngerti. Kalo gak ngerti, nanti kelihatan bodohnya. Jujur, awalnya saya kagum setelah membaca tulisan Anda seputar UI. Kemudian saya mendukung Anda.

    Namun setelah melihat sikap Anda terhadap masalah HOMO dan LESBIAN, pandangan saya terhadap Anda berubah drastis menjadi negatif. Saya kira pembaca yang lain akan bersikap yang sama dengan saya.

    Lucu ya membiarkan anak memilih jadi HOMO, sama artinya membiarkan anak Anda masuk neraka. Kalau Anda mengaku muslim taat, tentu sering mendengar ayat: “Jagalah Dirimu dan Keluagamu Dari API NERAKA

    Anda doktor tapi bukan doktor dalam bidang Agama.

    • adearmando Says:

      Kata siapa homo itu masuk neraka. Wong, studi menunjukkan bahwa banyak orang homo karena faktor biologis. Lucu dong. Masak setelah Tuhan mentakdirkan seseorang menjadi homo lantas Tuhan memasukkan orang homo itu ke neraka gara-gara kehomoannya. Tuhan macam apa itu?

      • Iwan Says:

        Bagaimana dengan kaum nabi luth yang HOMO di azab Allah, apakah mereka masuk surga? Jika mereka ditakdirkan menjadi HOMO, kenapa Allah mengazab mereka?

        Berikut saya copas dari: http://catatan1989.blogspot.com/2009/11/homo-takdir-nasip-atau-penyakit.html

        “Homo takdir, nasip atau penyakit”

        Assalamulikum Ustadz, ..
        Apakah homo seks itu dapat dikatakan takdir atau nasib atau penyakit? Apakah homo seks itu bisa disembuhkan..?
        terima kasih atas jawabannya.
        Wassalam, ..

        Jawaban

        Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

        Perilaku homoseks bukan takdir dan bukan nasib, tetapi pilihan. Kalau kita katakan takdir atau nasib, maka seharusnya Allah SWT tidak melarangnya. Karena Allah takdirkan seseorang untuk melakukannya tanpa ada pilihan.

        Sesungguhnya perilaku homoseks adalah nafsu syahwat, seperti umumnya nafsu yang lain. Misalnya, nafsu untuk berzina dengan isteri orang, mantan pacar atau teman selingkuhan sekantor.

        Semua itu bukan takdir, kan? Masa ada orang berzina enak-enakan, lalu ketika ditanya, kenapa berzina, jawabannya sudah takdir. Itu namanya bukan takdir, tetapi sudah jadi budak nafsu.

        Sedangkan pandangan sebagian orang yang mengaku ‘ahli psikologi’ bahwa homoseks itu penyakit jiwa, memang sebagian ada benarnya. Tetapi sama sekali bukan legalitas yang membolehkan.

        Ada seorang anak yang punya kelainan jiwa, misalnya hobi mencuri. Psikolog menyebutnya sebagai kleptomania. Tetapi koruptor pemakan uang rakyat, atau bandityang berhasil menjebol bank, tidak bisa membela diri menggunakan alasan sebagai pengidap kleptomania. Lalu minta dibebaskan dari hukuman.

        Demikian juga dengan para pelaku seks sejenis, baik homo atau lesbi, mereka tidak bisa berlindung di balik alasan bahwa mereka punya penyakit kejiwaan, sehingga hukumnya jadi halal kalau melakukan zina menyimpang itu. Mereka juga tidak bisa mengatakan bahwa di balik semua kemungkaran itu, semua telah ditentukan takdir atau nasib dari tuhan.

        Sama saja dengan seorang alkoholic, yang tidak bisa lepas mulutnya dari khamar. Buat sebagian mazhab Psikologi, keadaan sesorang yang demikian dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Lalu banyak para tukang minum khamar berlindung dengan menggunakan alasan itu.

        Dalam pandangan syariah Islam, seks sejenis, mencuri dan minum khamar bukan penyakit jiwa, melainkan pilihan. Seseorang boleh memilih untuk tidak melakukan seks sejenis, tidak mencuri dan tidak minum khamar. Kalau dia bisa melakukannya, maka dia dapat pahala. Sebaliknya, dia juga bebas memilih untuk melakukan seks sejenis, mencuri dan minum khamar, tetapi untuk itu sudah disediakan siksa pedih di akhirat. Silahkan pilih saja, mana yang sekiranya lebih enak dinikmati.

        Hukum ini nyaris mirip dengan hukum fisika dasar. Seorang yang loncat dari atap gedung pencakar langit, akan menghujam ke atas aspal dengan kecepatan tertentu, sehingga kepalanya akan pecah dan otaknya berceceran di mana-mana. Itu adalah pilihan. Silahkan pilih, terserah mau yang mana. Mau loncat atau tidak loncat? Kalau tidak loncat, berarti aman. Tidak usah cari alasan bahwa seseorang terpaksa loncat karena sudah takdir dan sudah nasib. Orang yang berbicara seperti itu sebenarnya bukan sedang mengajukanalasan tetapi sedang stress berat.

        Masak loncat dari gedung dibilang takdir dan nasib? Yang bener aja!

        Apakah perilaku homoseks bisa disembuhkan? Jawabnya sangat bisa, yang penting ada kemauan. Lha pecandu narkoba saja bisa disembuhkan, kenapa perilaku menyimpang seperti itu harus tidak bisa? Sekali lagi, jawabnya adalah bisa, bisa dan bisa. Tinggal masalah kemauan saja. Kalau tidak bisa disembuhkan, maka tidak mungkin Allah melarangnya, bukan?

        Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

        Ahmad Sarwat, Lc

      • Abu Hatim Says:

        Yang namanya studi ilmiah itu pak ade itu masih bisa berubah, makanya ada riset kok dan publikasi ilmiah. Tp yg namanya ketetapan Allah Subhahanu wa Ta’ala itu pasti terjadi dan mutlak terjadi. Maka, jika Allah sudah menetapkan hukuman ke kaum homo maka itu akan terjadi dan pasti terjadi.

        Kalau masalah takdir, Pak ade bisa tau darimana kalau itu takdir? Apakah pak ade pernah membaca lauh mahfuz sampai tau klo takdir seseorang itu homo?

        Dulu dizaman umar pernah ada pencuri tertangkap kemudian ditanya oleh Umar “Kenapa kamu mencuri?”, dia menjawab “saya mencuri karena takdir Allah”. Kemudian Umar memotong tangannya dan berkata “saya pun berbuat karena takdir Allah”.

        Kehebatan Allah adalah Dia yg menciptakan perbuatan hamba-hambaNya dan ini yg disebut dengan ilmu Allah. Karena jika Allah tidak mengetahui apa yg terjadi pada hambaNya di masa depan tentu akan mengurangi sifat ketuhananNya. Akan tetapi hambaNya diberi yg namanya will/keinginan/usaha/kebebasan/ikhtiar untuk berubah. Bukannya menyandarkan diri dengan apa yg namanya takdir tanpa berusaha.

        Sama seperti jika org mati dalam keadaan bunuh diri. Memang benar Allah menakdirkannya mati dalam keadaan tersebut, akan tetapi dia telah diberikan pilihan selama masa hidupnya untuk hidup, dan karena itulah Allah Maha Adil dan Bijaksana.

        Nasehat saya agar pak ade menulis dibidang yg sesuai dengan kepakarannya saja sehingga bisa dinikmati bersama-sama.

  11. Pierre Hassan Garcia Says:

    jelas-jelas ini itu haram dan allah swt sangat melakhnat prilaku ini,bagi yang belum terlanjur sebaik nya jangan coba-coba, bagi yang sudah terlanjur segeralah bertaubat sebelum ajal menjemput


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: