Benarkah kaum homo agresif secara seksual?

Ade Armando (9 Mei 2012)

Gara-gara membela hak Irshad Manji untuk bicara, saya jadi banyak diserang orang.

Banyak orang berusaha menunjukkan bahwa kaum homo dan lesbian itu berbahaya.

Salah satu lawan bicara bilang begini: “Anda sadar tidak bahwa kaum homo itu agresif secara seksual (sexually aggressive)”.

Ketika saya ditantang begitu, saya agak gelalapan. Sebagai orang kampus, yang bisa saya bilang: “Apa buktinya?”

Si lawan bicara saya kemudian membeberkan bukti-bukti yang ‘dibutuhkan’: bahwa orang-orang homo itu suka memegang, menyentuh pria lawan bicaranya.

Oke, saya mungkin bukan ahli dalam soal ini. Tapi saya ingat-ingat sih teman yang saya ketahui (atau duga?) homo tidak melakukan itu.

Tapi kemudian saya pikir-pikir lagi, apakah aktivitas ‘memegang’ lawan jenis itu adalah bentuk agresivitas seksual?

Rasa-rasanya tidak.

Saya beri contoh Rektor saya, Gumilar Somantri. Orangnya keren, gagah, senang fitness, kalem.

Dia itu lazim cipika-cipiki dan memeluk pria yang bertemu dengannya.

Apakah dia homo? Saya yakin tidak. Apakah ketika dia memeluk dan cipika cipiki dengan Direktur RSCM yang berjenis kelamin  pria, itu karena hasrat seksual?  Saya yakin tidak.

Itu kan cara dia menunjukkan keakraban.

Begitu juga, kalau diingat-ingat, perilaku banyak wanita jaman sekarang.

Tidak jarang saya bertemu dengan kenalan perempuan  yang cipika-cipiki,  memegang, menyentuh, menepuk  saya.

Pertanyaannya: apakah itu didasarkan hasrat seksual?

Jawabannya: GILA APA?

(PS: Tidak termasuk dalam aktivitas ‘menyentuh’ itu adalah meraba-raba, tentunya…)

Jadi, kalau begitu, kata siapa kaum homo itu agresif secara seksual?

3 Tanggapan to “Benarkah kaum homo agresif secara seksual?”

  1. mas anto Says:

    saya rasa tidak ada seorang pun yang mau jadi homo/lesbi. perilaku seks menyimpang ini terjadi krn banyak sebab misalnya jiwa laki ditubuh perempuan, terkena pelecehan seks di masa kecil/muda contohnya anak2 yg di lecehkan atau bahkan disodomi, hampir pasti mrk akan jadi gay juga ketika dewasa.

    Pernah orang FPI ditanya solusinya.. mrk cuma bilang suruh bertobat dan pergi ke dokter. Hahaha.. mana ada dokter bs nyembuhin homo/lesbi. Gak ada obatnya. seks menyimpang mirip orang kecanduan narkoba yg meskipun punya keinginan kuat utk sembuh tapi tidak semudah membalik telapak tangan.

    Harus ada solusi terapi kelainan seks yg meliputi terapi alam bawah sadar utk menghapus traumatik masa lalu dan terapi energi positif utk membuang energi negatif krn penyimpangan seks pasti ada energi negatifnya.

    Solusi inilah yang tidak bisa dilakukan oleh FPI. mrk cuma doyannya teriak2 nahi munkar tapi gak ada solusi. Coba dong bikin klinik terapi utk homo/lesbi utk semua agama.

  2. janeontheblog Says:

    Homoseksualitas itu bukan sebagai penyimpangan atau gangguan sebenarnya. Dikategorikan sebagai gangguan ketika seseorang tersebut tidak nyaman dengan orientasi seksual tersebut. Secara mental, psikis, dan kepribadian juga tidak berbeda dengan orang yang memiliki orientasi seksual heteroseksual. Makanya WHO dan di buku panduan diagnostik Psikologi telah mengeluarkan homoseksual sebagai gangguan atau penyimpangan.

    Adapun yang berpendapat jika homoseksual itu merupakan perilaku yang dosa, haram, dan tabu, merupakan sekelumit perspektif yang tidak bisa dihindarkan. Tak apa jika tidak sepakat dengan eksistensi orientasi seksual yang berbeda, tetapi jika arahnya merujuk pada gerakan yang anarkis dan membunuh (seperti hukum gantung di Iran, bagi orang-orang yang kedapatan gay/lesbian), nah itu saya benar-benar tidak sepakat.

    Perlu diingat, fenomena homoseksual juga secara historis sudah ada berkembang di Indonesia, seperti di Jawa Timur, ada istilah “warok – gendak”, atau kisah “mairil” di beberapa pesantren. Akan tetapi, kenyataannya dan sangat disayangkan negeri ini terkesan bergerak mundur, bukan maju. Entah pengaruh tingkat pendidikan, atau efek ketidakadilan dari kinerja Pemerintah yang disodorkan hampir tiap hari seperti kasus korupsi yang terkesan membudaya. Kesemuanya itu bisa jadi, membuat orang yang tidak siap gelap mata. Sehingga tidak heran para preman yang merasa mewakili sebuah kepercayaan tertentu bergerak bebas, dan pemerintah seperti lepas tangan dengan merebaknya tindakan anarkis seperti itu. Apa sebagai wujud pengalihan isu atau ada motif lain kah dibaliknya?!

    Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, saya hanya berharap budaya toleransi dan cerminan Bhinneka Tunggal Ika masih ada dibenak kita masing-masing.

  3. sunan Says:

    gila aja lu, homoseksualitas itu jelas salah. klo suka sesama jenis itu ‘normal’ menurut lu, knp ga bercinta aja lu dgn diri sendiri, homo kan?
    ga usah pakai contoh gumilar segala, semua orang ya salam dan cipika cipiki, atas kehendak keduanya, sementara dari 10 pelaku seks menyimpang, 7 diantaranya suka mengganggu tanpa kesepakan kedua belah pihak, itu makanya homoseksulitas itu cendrung agresif. dan ge buktiin sendiri
    1. di toilet pipis suka ngintip, ini mengganngu, kecuali lu ga merasa diganggu
    2. di busway di gesek2 bagian tubuh vital, jelas mengganggu, krn atas kehendak 1 pihak aja
    3. dijalan suka setop mobil,
    4. raba-raba secara sepihak, jelas kekerasan seksual.

    jadi, sementara semua orang bicara kebebasan, kita gta usah latah lah. karena kebebasan itu adalah impian semu.
    klo0 memang kebebasan itu dijamin, kenapa harus ada aturan dan undang undang yang mengatur bahwa manusia itu bebas? artinya pada kenyataannya, jelas kebebasan itu sama sekali tidak ada. manusia ini masuk sosial, aturan itu ada karn interaksi sosial tersebut bro. kalau lu hidup sendiri dimuka bumi ini. ga ada aturan, silakan bebas. jd ga ada kebebasan, semua hrs diatur. termasuk orientasi seksual. ketika undang-undang ga mengatur, maka masyarakat yg akan meberikan hukuman secara sosial.
    ga usah bawa agama, lu tinggal bolak balik aja berita dan sejarah. secara persentase, tingkat kekerasan di lingkungan homoseksualitas, lebih tinggi drpd lingkungan normal.

    jadi, pliisss deh jangan latah. kita manusia, bukan hewan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: