Rektorat UI Tahan Milyaran Rupiah Bea Siswa

http://uibersih.org/?p=86

Kekacauan pengelolaan UI dapat terlihat dalam soal pemberian beasiswa di UI.

UI Bersih baru saja memperoleh informasi bahwa sampai bulan Mei 2012 ini, beasiswa dari Dirjen Pendidikan Tinggi Bidik Missi yang seharusnya diberikan pada Januari ternyata belum sampai ke tangan mahasiswa.Artinya sudah terlambat 4 bulan!

Informasi ini baru diperoleh dari Fakultas Ilmu Komputer . Namun diduga bahwa hal serupa berlaku di seluruh fakultas.

Bidik Missi adalah dana yang disediakan pemerintah untuk membantu mahasiswa kurang mampu. Dana tersebut dikirim di awal tahun anggaran ke setiap perguruan tinggi. Dengan kata lain, dana tersebut sudah dikirim  Depdikbud ke UI pada Januari 2012. Dari UI baru disebarkan langsung ke rekening masing-masing mahasiswa.

Dengan dana tersebut, mahasiswa kurang mampu diharapkan dapat membiayai uang kuliah (yang sudah diberi keringanan) dan memperoleh biaya hidup sehari-hari (sekitar Rp 600 ribu per bulan).

Ternyata UI dengan sepihak memarkir uang itu dan tidak menyalurkannya kepada mahasiswa yang jelas-jelas membutuhkannya. Dalam kasus Fasilkom, keterlambatan beasiswa tersebut terpaksa ditalangi oleh dana fakultas. “Ya saya tidak mungkin membiarkan para mahasiswa tersebut harus bersusah payah mencari uang untuk menutupi kebutuhannya,” ujar Prof. Chan Basaruddin, Dekan Fasilkom (14 Mei 2012).

Chan juga menyatakan sudah berkirim surat ke Kamaruddin, Direktur Kemahasiswaan UI yang bertanggungjawab atas penyaluran beasiswa kepada mahasiswa. “Tapi sampai sekarang belum dijawab.” Ujar Chan.

Kisah tentang keterlambatan beasiswa ke tangan mahasiswa ini sebenarnya sudah diangkat oleh majalah Gerbatama, edisi Oktober 2011.

Di sana dilaporkan cerita tentang bagaimana beasiswa Bidik Missi  Depdikbud tak dicairkan oleh pihak rektorat UI selama berbulan-bulan.

Gerbatama mengabarkan bagaimana para mahasiswa pada bulan Oktober 2011 belum juga menerima beasiswa sebesar Rp 3,6 juta yang seharusnya  sudah dikeluarkan pada Juni 2011.  Ini berbeda dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, seperti IPB, yang memperoleh beasiswa tepat waktu di awal semester.

Gerbatama juga menunjukkan bahwa menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Kemahasiswaan Dirjen Dikti, uang bea siswa itu tak pernah terlambat dikirimkan Dikti ke UI.

Gerbatama kemudian mewawancarai narasumber UI. Ternyata jawaban yang diperoleh berbeda-beda dan tidak masuk di akal. Dr. Tafsir Nurchamid, Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan dan Administrasi Umum, menyatakan keterlambatan terjadi karena UI itu dekat dengan pemerintah pusat dan masih berlokasi di daerah DKI tidak seperti IPB yang jauh dari Jakarta.

Wakil Kepala Seksi Subdit Kesejahteraan Mahasiswa UI memberikan jawaban lain pada Gerbatama. Menurutnya, birokrasi  pencairan beasiswa di UI itu memang berbelit-belit karena beasiswa yang mengalir masuk UI jumlahnya banyak.

Pertanyaannya: kenapa UI tega menghambat beasiswa yang tentu dibutuhkan mahasiswa?

Iklan
Ditulis dalam UI. Tag: , . 2 Comments »

2 Tanggapan to “Rektorat UI Tahan Milyaran Rupiah Bea Siswa”

  1. Jossep Esc (@Jossep_Esc) Says:

    Bung Ade karena komentar bung Ade membela Ahmadiyah, Irshad mandji dll, saya akhirnya tidak lagi mendukung oposisi Bung Ade terhadap Pak Rektor dan jadi berbalik mendukung Pak Gumilar, teruskan Pak Gumilar semoga UI makin baik.

  2. Tifani Says:

    wah, UI skrg bgtu yaa…

    Sy aneh jaman sekarang kuliah negri aja mahal, swasta apalagi…pdhal di amrik sana kuliah gratis dgn fasilitas wah tetep eksis sprti berea college. Knp indo ga bsa sprti itu???
    tega nya beasiswa sampe dipending gt. Makanya lbh baik jgn pakai sistem beasiswa tp sistem kuliah gratis dsentralisasi d satu kampus khusus spy lap keunya jelas. Toh kl gratis kampusnya terima uang dr donatur dan jelas kluar msknya dgn di audit dr audit ekstrnal yg independent.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: