Waisak, Manji, Lady Gaga dan Ancaman Muslim Brutal

Ade Armando (16 Mei 2012)

Saya baru saja membaca berita tentang berlangsungnya insiden menjijikkan di Desa Kalimanggis, Temanggung.

Sebagaimana dikabarkan Media Indonesia.com, pada 12 Mei lalu panggung perayaan waisak di desa itu dirusak dan diduduki puluhan pemuda. Para pemuda itu bahkan mengancam warga di sekitar lokai dengan menggunakan celurit.

Harian Seputar Indonesia memperjelas berita itu. Menurut SI, pelaku kerusuhan adalah para anggota Gerakan pemuda Kabah yang sedang  menyambut kedatangan Ketua FPI Habib Rizieq yang akan menghadiri acara Milad GPK di Temanggung.

Menurut SI, para perusuh itu membuat ulah saat menuju ke tempat milad. “Ketika melintas di depan Vihara Satya Dharma Wirya milik Sekte Kasogatan di Dusun Lamuk, Desa Kalimanggis, Kaloran, mereka menaiki panggung untuk perayaan Waisak yang ada di depan vihara. Ulahnya membuat karpet yang sudah digelar di panggung menjadi berantakan.Di atas panggung terlihat salah satu di antaranya membawa pedang samurai dan rantai.” Tulis SI.

Selain mengacaukan panggung, mereka juga merusak mobil yang melintas di lokasi tersebut.

Menurut laporan SI, pihak kepolisian tidak membantah informasi itu. Polisi hanya membantah bahwa ada yang membawa samurai.

Pertanyaan saya sederhana: apakah aksi brutal ini berdiri sendiri?

Jawabannya, menurut saya, sangat jelas: Tidak.

Lihatlah daftar kekerasan atas nama Islam yang dilakukan secara berkelanjutan di bawah ini:

  1. Serangan terhadap Irshad Manji. Di Jakarta, diskusinya di Salihara dibubar paksa. Di Jogya, rector UGM dengan pengecut membatalkan diskusi buku Irshad karena takut pada desakan gerombolan fasis. Di LKIS, diskusinya diserang. Para pengecut itu bahkan memukuli asisten Irshad dan menyerang pengunjung. Ironisnya, Irshad sebenarnya menyuarakan ajakan untuk mencintai Allah dengan berijtihad tanpa rasa takut.
  2. Konser Lady Gaga diancam. Kata Habib Rizieq, kalau konser itu jadi diselenggarakan, dia tidak bertanggungjawab atas apa yang akan terjadi. “Kalau Lady Gaga, jadi pentas di Jakarta saya akan mengerahkan umat Islam untuk membubarkan konser itu,” kata Rizieq (suaramerdeka.com). Ancaman itu sukses.  Saya bukan penggemar Lady Gaga, tapi kalau FPI bisa menentukan siapa yang boleh dan tidak boleh tampil di Indonesia, itu pasti mengherankan.
  3. Jemaat Ahmadiyah diserang secara berkelanjutan. Dalam tragedy Cikeusik tahun lalu, tiga orang mati mengenaskan.  Hakim pengadilan bahkan hanya memvonis hukuman pidana penjara 3-6 bulan untuk para pembunuh. Di NTB, sampai sekarang, jemaat Ahmadiyah masih hidup di pengungsian setelah pemukimannya dihancurkan dengan brutal. Di berbagai daerah lain, masjid dan rumah mereka dihancurkan.
  4. Februari lalu, pesantren Syiah di Pasuruan, diserang.
  5. Jemaat GKI Yasmin Bogor sampai sekarang diteror.
  6. Seorang jurnalis dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman dipukuli massa ketika meliput soal  HKBP Filadelfia, Bekasi (awal Mei)
  7. Tahun lalu, patung Buddha di Tanjung Balai, Sumatera Utara, dipaksa untuk dpindahkan karena beberapa organisasi Islam menganggap patung itu sesuai dengan nilai-nilai tidak Islam
  8. Akhir tahun lalu, pertunjukan wayang kulit di Sukoharjo, Jawa Tengah, diserang ‘sekelompok orang bersorban’.
  9. Februari tahun lalu, tiga gereja serta sekolah Kristen/Katoilik dihancurkan massa di Temanggung.
  10. Dst, dst

Kalau ada rangkaian aksi brutal atas nama Islam semacam itu, bisakah kita melihat aksi-aksi itu sebagai berdiri sendiri-sendiri?

Jelas tidak.

Dikatakan terorganisir mungkin tidak. Tapi yang jelas semua terkait dengan sebuah gejala radikalisasi Islam yang sama.

Dan ini akan terus terjadi kalau para ulama Indonesia yang selama ini menyatakan ‘Islam adalah agama damai’ bungkam.

Saya percaya bahwa para preman berkedok Islam itu tidak belajar Islam dengan sungguh-sungguh. Para pelaku di lapangannya adalah kalangan tak berpendidikan yang selama ini frustrasi karena himpitan social-ekonomi. Mereka adalah kaum terpinggirkan yang tak berpikir panjang dan mudah dibohongi dengan janji-janji surga yang dihembuskan para pimpinan mereka.

Dan pimpinan mereka? Pimpinan mereka adalah preman berkedok ulama yang sebenarnya juga frustrasi karena daya pengaruh mereka semakin menipis karena perkembangan negara ini.  Mereka kalah dengan para ustadz/ustadzah selebiritis di televise. Mereka kalah oleh para ulama baru jebolan pendidikan tinggi agama (seperti UIN) yang jauh lebih lengkap pemahaman agamanya. Dan secara politis, mereka juga terpinggirkan dan tak disertakan dalam partai-partai politik  sekuler.

Kemarahan mereka adalah ungkapan rasa frustrasi.

Jadi Irshad, gereja, Ahmadiyah, kaum liberal, umat Hindu, wayang hanyalah sasaran pelampiasan kemarahan mereka yang tak berdaya menghadapi kompetisi bebas.

Dan mereka akan terus melampiaskan kemarahan kalau mereka dibiarkan.

  • Dibiarkan oleh kalangan berpendidikan yang ketakutan (seperti rektor UGM).
  • Dibiarkan dan bahkan diberi justifikasi oleh the so-called ulama moderat cinta damai yang juga ketakutan bahwa ‘umat akan terpecah’..
  • Dibiarkan oleh media yang memilih tak memberitakan aksi brutal mereka karena alasan ‘itu tak bagus buat bisnis’.
  • Dibiarkan oleh polisi yang memang tak mengerti bahwa mereka bertugas menegakkan humum.
  • Dibiarkan oleh politisi yang menganggap berseberangan dengan kaum preman itu tak menguntungkan untuk pemilu nanti.
  • Dibiarkan oleh pemerintah yang memang terlalu lama tidur siang…

Jadi, sejawat bangsa Indonesia, bersiaplah untuk aksi-aksi penyerangan selanjutnya.

Foto: koezone.com

Ditulis dalam Religion. 19 Comments »

19 Tanggapan to “Waisak, Manji, Lady Gaga dan Ancaman Muslim Brutal”

  1. Bowo Trahutomo S Says:

    Tulisan yang sangat cerdas dan perlu jadi kajian Menko Polhukam, Mendagri, dan semua pejabat negara RI yang katanya berdasarkan asas Pancasila ini (asas yang tidak lagi diyakini oleh sebagian besar kaum generasi muda masa kini)

  2. Lintang Wetan Suminar Says:

    Tulisan yang jujur dan hangat, tapi cukup keras untuk menampar mereka yang tertidur.

  3. Adhy Says:

    Ini akibat dari para pemimpin negeri ini yg pengecut

  4. Jossep Esc (@Jossep_Esc) Says:

    Alhamduliilaah masih ada FPI yang dihormati pula oleh polisi, kalau tidak makin menjadi seperti binatang kelakuan islam liberal dll. Semoga Keberkahan menyertai Habieb Rizieq Shihab.

    • ramlan Says:

      betul…..hidup FPI….FPI never die.Selamat berjuang.

      • Rizieq Bajingan Says:

        Polisi tidak hormat pada FPI, tapi takut. Karena polisi memang pengecut, ketika musuh seperti teroris bermain sembunyi-sembunyi layaknya tikus maka polisi akan agresif karena polisi adalah kucing. Tapi ketika yg dihadapi adalah teroris yg terang2an tanpa sembunyi, macam FPI ini, maka polisi ini seperti kucing menghadapi anjing. Ya, FPI adalah anjing. Kiranya azab untuk Rizieq dan kawan2nya tinggal menunggu waktu.

      • ikhwanalim Says:

        yup. FPI seperti semakin dihormati sekarang. beberapa hari lalu ada artis yang melapor tindakan kriminal penyebarluasan pornografi bukan ke polisi, melainkan ke FPI..

    • Dhewo Says:

      semoga Allah swt menjaga beliau dan pengikutnya dari tambahan dosa di masa depan….(tidak melakukan perbuatan dosa atau mati saja sekarang)

  5. Arnold Fredo Binter Says:

    Ini pertanda bahwa eksistensi negara sudah tidak ada. Dengan seenak jidatnya memakai nilainya untuk dipakai semua orang di negeri ini. Negara kehilangan wibawa… Jadi mungkin negara ini bubar saja mungkin lebih baik…😀

  6. Galang Says:

    Islam adalah agama penuh kedamamian rahmatan lilalamin untuk seluruh umat manusia dan disampeikan oleh Rosulnya dengan penuh damei pula,kenapa saudara kita ini …cara menyampeikan tidak mencerminkan ajaran Nabi saw.yang penuh kasih sayang,Apakah dengan cara ini menjadikan simpatik dari umat Islam sendiri dan pemeluk agama lain yang dilindungi dinegeri ini ….kenapa paradigma macam ini masih dipertahankan atau frustasi…..Maha suci Allah …

  7. cah sempakkkan Says:

    sebenarnya negeri kita sedang berusaha dipecah belah dengan cara-cara tersebutt,,
    seperti irak, libiya, dan negeri2 arab yang lain dimasukkan faham2 dan dibentuk kelompok2 yang akhirnya memecahkan negara tersebut,, setelah pecah barulah mereka melakukan serangan2 seperti yang telah kita saksikan di irak dan libiya,,

  8. mbah jenggot Says:

    Nikmati aja fase [tahapan] ini. selanjutnya mulailah dari diri kita untuk mempersiapkan fase[tahapan] berikutnya yang mungkin lebih buruk atau lebih baik menurut kacamata kita masing masing… toh kita hanya menjalani fase fase ini ketika hanyaberkomentar tanpa berusaha merubah dari lingkungan kita sendiri….

  9. andy Says:

    FPI itu Islam yang dirajuki setan setan….mana si ada agama yang brutal kyk begitu, buat malu agama islam saja

  10. freedreamscometrue Says:

    Orang-orang yang ngaku pemimpin, terutama pemimpin bangsa ini harus segera bertindak. Berani nggak?!!!

  11. mas anto Says:

    Sebagai orang islam, saya malu melihat kelakukan FPI. Mereka jelas preman atas nama agama padahal ilmu agamanya cetek banget. Semua dalil dipake utk segala kondisi padahal tiap dalil pun ada asbabun nuzulnya. Dalil yg turun pd saat kondisi perang, tentu tidak bisa digunakan pd saat damai. Inilah gobloknya riziek, egi sujana dkk. Mereka jelas orang kafir dalam islam krn punya perilaku merusak.

  12. aan Says:

    super se x
    rakyat indo jd puyeng malah cz slalu memikrkan tntng siapa sich yg sbnrnya jd pelindung rakyat it, siapa sich yg menjd pengayom rakyat?
    polisi atau FPI
    jelas haruznya polisi tp polisi uda jadi banci sampai tkut ama FPI padahal FPI itu ciut nyali hanya gede aksi.
    anehnya lg pmrintah jg seprti mati yg tkut ama ormaz sekelas teri.
    sunguh ngeri negri ini.
    FPI scra ga langsung uda ngehina anak negri, sampai takut kalo lady gaga datang anak negri jd monster or setan!

  13. ali Says:

    bentuk pembalasan umnat islam d kala pemimpin mereka yang di intimidasi di kalimatan dan di bali,kebetulan yang mereka hancurkan patung berhaa tidak smapai mengancam membunuh orang seperti di kalimantan dan di bali,gaya seperti mamu membunuh habib,ingat hindu sekarang sudah mulai memainkan peran licik melalui media,lawan sekrang adalah hindu bukan kristen aja.lawan yang saya maksud bukan perang tapi jihad menegakan kebenaran..
    tai kalau ada yang menantang perang harus seperti cara baginda rasul yakni melalui surat tantangan perang…

  14. ali Says:

    ada api ada asap,kalo tidak mau di hina jangan menghina..
    orang yang menegakan kebenaran di cegah,yang mereka benci cuma nahi mungkar,nah orang pelaku nahi mungkar yang selalu mengajak bersiteru,sedangkan kalian selalu menghalang2i niat mereka mencegah nahi mungkar berarti kalian yang masuk dalam lingkaran jihad mereka,dengan cara appaun kalian tidak akan bisa mengurangi semnagat jihad mereka,keluarga mereka mendukung dan rela mati di jalan ini,sedangkan kalian mati aja merinding apa lagi keluarga yang kalian tinggalkan…
    mulai lah berpikir…
    mereka lebih punya nurani daripada kalian,berani menolak semua yang tidak sanggup di emban oleh polisi,toh juga buat kebaikan,dan selama ini mereka tidak pernah berperang dengan agama kalian,kalian yang selalu ketakutan merasa agama kalian di perangi..
    allahuakbar sebegitu besar nya umat muhamad jihad nya hingga di takuti oleh orang2 yang sangat membenci islam,tapi bagi mereka yang tidak membenci islam mereka merasa damai..
    ubahlah pola pikir kalian,karena kalian juga kami amati cara proviokasi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: