KAI Gunakan Tentara dan Polisi Gusur Para Pedagang, Pukuli Mahasiswa

Ignasius Jonan bisa jadi nampak sebagai pemimpin perusahan yang hebat.  Setidaknya, Dirut PT KAI itu terpilih sebagai satu dari enam ‘CEO BUMN Pilihan Tempo 2012’.

ImageSebelumnya, PT KAI sudah dinobatkan sebagai manajemen BUMN terbaik versi BUMN Track.  

Tapi kenyataan di lapangan, di bawah otoritas Jonan, KAI menjelma sebagai perusahaan yang memang gagah dalam hal mencari keuntungan dan imej namun bengis dalam memperlakukan rakyat kecil.

Dalam kasus terakhir, KAI diberitakan bahkan menggunakan para tentara untuk menggusur para pedagang kecil di stasiun-stasiun  — sebuah praktek yang bertentangan dengan hukum dan mengingatkan kita pada kebusukan Orde Baru.

Tanpa banyak diberitakan media, penggurusan para pedang asongan dan kios-kios di stasiun-stasiun jalur kereta api Jakarta-Bogor sudah berlangsung dalam beberapa bulan. Sembari menggusur, KAI juga memberi tempat bagi sejumlah minimarket untuk beroperasi di stasiun.

Rupaya ada beberapa stasiun yang pembersihannya ditunda, yakni Lenteng Agung, UI dan Pondok Cina. Alasannya, saya rasa terkait dengan kedekatan  stasiun-stasiun itu dengan beberapa kampus.

Kni, saat mahasiswa sedang ujian, habis Natal dan menjelang Tahun baru, rantai terakhir itu pun dituntaskan.

Pada 30 Desember 2012, kios-kios di Lenteng Agung dihabisi. Saya belum mendapat kabar terakhir, tapi katanya, UI akan dihabisi pula pada 31 Desember.

Dalam kasus penggusuran kios-kios di lenteng Agung, saya memperoleh informasi bahwa para pedagang tersebut selama ini telah membayar puluhan juta rupiah kepada PT KAI untuk memiliki dan menyewa tempat di stasion-stasion tersebut.

Para pedagang tersebut tak diajak berdialog dan hanya memperoleh selebaran dari PT KAI yang menyatakan bahwa mereka diminta untuk mengosongkan kios sejak tanggal yang ditentukan. Tenggat waktu yang diberikan hanyalah satu minggu.

Sejumlah pedagang dengan baik-baik berusaha menjawab surat resmi tersebut tapi tak diindahkan sama sekali oleh PT KAI.

Dalam kasus penggusuran kios-kios di Lenteng Agung (30 Desember), penggusuran bahkan melibatkan TNI dan Brimob. Bahwa ada tentara dilibatkan dalam aksi tak berperikemanusiaan ini tak dapat dipahami.

Dalam kasus ini, tentara seolah-olah digunakan dalam fungsinya semasa Orde Baru yakni melawan rakyat.

Komnas HAM juga sudah dihubungi dan sudah mengeluarkan permintaan agar PT KAI menghentikan penggusuran. Komnas HAM bahkan menyatakan akan memanggil Dirut KAI untuk berdialog langsung dengan para pedagang, dengan Komnas HAM sebagai fasilitator.

Menurut laporan mahasiswa, saat penggusuran di stasiun lenteng Agung terjadi, sebenarnya mahasiswa dan LBH Jakarta sempat berhasil mengundang pejabat teras PT KAI Daerah Operasi Jakarta-Bogor untuk berdialog. Namun di saat dialog masih berlangsung datanglah tim penggsusur yang melibatkan tentara dan polisi.

Tentara yang datang bahkan membawa senjata laras panjang.

Sejumlah kecil mahasiswa yang menghalangi dipukul, diseret, diinjak dan di dorong sampai terjatuh keluar peron. Setelah itu dengan kepengecutan luar biasa para tentara itu   mengobrak-abrik kios yang ada di depan pedagang, mahasiswa dan penumpang yang tak bisa menahan tangis mereka.

Saya percaya rakyat tidak akan bisa melawan kebengisan semacam itu.

Bila Komnas Ham saja disepelekan oleh KAI, apalagi rakyat biasa

Saya mendoakan, seiring semangat Natal tahun ini,  agar kalau Ignasius Jonan dan para direksi KAI dengan sengaja melakukan kezaliman ini, Tuhan akan menimpakan azab sebesar-besarnya pada mereka.

 (Bogor, 30 Desember 2012)

Ditulis dalam Tak Berkategori. 4 Comments »

4 Tanggapan to “KAI Gunakan Tentara dan Polisi Gusur Para Pedagang, Pukuli Mahasiswa”

  1. Necky Effendy Says:

    inilah perusahaan yg mendapat penghargaan dari beberapa institusi…apa ga malu ya institusi yg kasih penghargaan tersebut….

  2. bumiridho Says:

    Reblogged this on Bumiridho.

  3. joyo Says:

    memang diperlukan “KETEGASAN” untuk membereskan kesemrawutan tingkah dan perilaku bangsa ini.
    Janganlah kita membela sesuatu yang tidak sesuai dengan peraturan.

  4. Ikhsanhsan Says:

    IMHO, kalau mereka bayar, seharusnya mereka punya hak, dan tentunya bukti in writings mengenai hak mereka kan? Kalau memang ada perjanjian yang dilanggar, pedagang2 tersebut berhak mempermasalahkan hal ini ke polisi atau pengadilan kan? Asumsi saya, mereka bukan bayar puluhan juta ke PT. KAI, tapi ke oknum. Menulis mereka bayar ke PT. KAI saya rasa, sangat tidak bertanggung jawab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: