Dua Jempol buat Wiwin Suwandi

Saya baru saja membaca dua tulisan di Koran Tempo dan merdeka.com. keduanya tentang Wiwin Suwandi. Dia adalah sekretaris Ketua KPK Abraham Samad yang terbukti membocorkan sprindik Anas Urbaningrum.
wiwin-suwandi-
Senang sekali membacanya karena dua tulisan itu menjelaskan siapa sebenarnya orang yang sekarang dipecat karena dianggap bertindak tak patut dengan membocorkan sprindik itu pada wartawan. Sebagian pihak menggambarkan tindakan Wiwin sebagai tak bermoral, layak diganjar hukuman pidana dan seterusnya.

Dua tulisan itu menunjukkan pada saya bahwa Wiwin, 27 tahun, adalah orang yang dibutuhkan negara ini untuk memerangi korupsi yang merupakan pangkal dari kemiskinan dan kehancuran Indonesia. Jauh dari tak bermoral, tindakan Wiwin justru sangat bermoral karena tujuannya adalah untuk mendorong agar perang melawan korupsi dapat dilakukan dengan cepat. Tolong diingat, KPK sudah sangat sering dituduh lamban.

Tolong diingat juga, kesalahan Wiwin sederhana saja kok. Dia menyampaikan pada wartawan sebuah draft surat yang sebenarnya tinggal menunggu tandatangan dua anggota KPK (Bambang Wijayanto dan Busro Muqoddas). Tiga tandatangan lainnya sudah ada di situ.

Apakah itu sprindik palsu? Tidak.

Apakah kalau sprindik itu diketahui publik, proses penegakan hukum dirugikan? Tidak.

Apakah kalau sprindik itu disebarkan melalui media, Anas akan bisa cepat-cepat melarikan diri keluar negeri? Tidak.

Jadi, pada dasarnya, tidak ada kerugian public dengan dibocorkannya sprindik.

Wiwin melakukannya, dan dia katakan bahwa ini sama sekali bukan atas perintah Abraham Samad, karena dia merasa harus melakukannya saja. Tempo menjelaskan Wiwin adalah aktivis pers kampus yang dekat dengan Abraham samad yang merupakan pendiri Anti-Corruption Committee di Makasar. Dia suka baca buku Hegel, Karl Marx, Sukarno dan Tan Malaka. Bagi pihak lain, ini mungkin bukan informasi penting. Tapi buat saya, track record itu membantu kita memahami siapa orang yang kita bicarakan.

Di merdeka.com, juga dikutip penjelasan Wiwin bahwa dia tidak ingin penyidikan Hambalang menjadi terhambat cuma gara-gara belum semua tandatangan ketua terkumpul. Menurutnya, toh draft ini sudah disepakati dan ditandatangani. Dan kalau perlu yang lain bisa menyusul. Wiwin menyampaikan draft itu pada wartawan juga karena wartawan meminta informasi terbaru soal Hambalang.

Apakah yang dilakukan Wiwin adalah kejahatan? Saya yakin tidak.

Apakah kita perlu bercuriga dengan teori konspirasi yang semakin lazim diangkat di Indonesia ini? Saya percaya tidak.

Saya merasa justru Indonesia memerlukan lebih banyak orang sejenis Wiwin yang bekerja dengan hati nurani ketimbang terlalu terpaku dengan prosedur formal yang seringkali justru mempersulit perang melawan gurita korupsi yang punya banyak benteng untuk melidnungi dirinya.

Two thumbs up, Wiwin!

Iklan

Satu Tanggapan to “Dua Jempol buat Wiwin Suwandi”

  1. Fajar Ilham Says:

    bang ade,

    saya sih bersetuju dengan Mas Farid Gaban di wall FB anda; pembocoran sprindik itu kriminal. Jika dokumen seperti itu dibocorkan, koruptor justru akan lepas, melarikan diri atau menghapuskan jejak sebelum ditetapkan jadi tersangka.

    siapa bilang Anas tidak mungkin lari?! kalau hal seperti ini dibiarkan, akan jadi preseden buruk. justru koruptor yang bersuka cita.

    salam,
    fajar ilham


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: