Setelah Iklan Televisi Megawati, di mana Jokowi?

http://politik.kompasiana.com/2013/12/21/setelah-iklan-televisi-megawati-di-mana-jokowi-618352.html#comments

Kemarin malam (20 Desember 2013), saya menyaksikan iklan Megawati dan Puan Maharani. Keduanya mengucapkan selamat hari Ibu. Saya ingin katakan pada banyak orang: “I’ve told you so.” (Saya bilang juga apa).

Maksud saya begini. Dalam berbagai percakapan, banyak sekali orang yang percaya bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan memajukan nama Jokowi sebagai calon presiden. Hitung-hitungan logisnya memang begitu. Mana ada sih penelitian jajak pendapat yang tidak menempatkan nama Jokowi di peringkat tertinggi calon Presiden yang dipilih rakyat? Jadi, kalau Jokowi yang maju, peluang dia menang besar sekali.

Sebagai catatan, saya sendiri adalah pendukung Gita Wirjawan. Kalau saya ditanya, jelas saya katakan calon terbaik Presiden adalah Gita. Tapi Jokowi jelas juga adalah calon Presiden yang memenuhi syarat. Dia adalah sosok yang mewakili pemimpin yang bersih dari korupsi, yang peduli pada rakyat, yang rendah hati dan tegas. Dengan kata lain, PDIP seharusnya mengajukan namanya bukan saja karena dia populer, tapi juga karena dia memiliki kualifikasi baik sebagai calon Presiden.

Tapi masalahnya, kenapa kita membutakan mata dari kenyataan bahwa keputusan politik di PDIP tidak sesederhana itu. Faktor utamanya adalah: Megawati.

Sang Ibu kita ketahui ingin kembali ke tampuk kepemimpinan Indonesia. Alasannya mungkin juga sederhana. Megawati sakit hati karena tidak pernah terpilih sebagai Presiden. Dia pernah menjadi Presiden karena menggantikan Gus Dur. Dan ketika maju di pemilu berikutnya, dia kalah.

Dengan segenap hormat, Megawati adalah tokoh penting, tapi yang jelas dia nampaknya bukan pemimpin yang memiliki kualitas memadai sebagai Presiden. Tapi kali ini, peluangnya nampak kembali terbuka karena ada yang disebut sebagai ‘Jokowi Effect’.

Istilah ‘Jokowi Effect’ini merujuk pada pengaruh kehadiran Jokowi sebagai orang PDIP terhadap perolehan suara PDIP di berbagai pemilihan. Beberapa waktu lalu Saiful Mujani Research and Cosultant melakukan penelitian untuk melihat apakah perolehan suara PDIP di pemilu legislatif akan berbeda kalau mereka mengajukan nama Jokowi sebagai Presiden atau tidak mengajukan nama Jokowi sebagai Presiden. Hasilnya mengagumkan: suara PDIP akan terdongkrak hampir 50 persen kalau mengajukan nama Jokowi sebagai Presiden.

Ini yang menjadi kondisi yang menjanjikan bagi kembalinya Megawati. Kalau Jokowi terus menerus dijaga popularitasnya dan dijaga terus dikenalannya sebagai ‘orang di samping’ Mega, itu akan bisa menaikkan peluang kedipilihan Mega yang selama ini juga sudah relatif tinggi.

Selama ini pertanyaan tentang apakah PDIP akan mengajukan nama Megawati atau Jokowi menggantung di udara. Tapi iklan kemarin itu menguatkan kesimpulan bahwa yang akan maju adalah Megawati. Sebuah ucapan selamat Hari Ibu tentu bisa saja ditafsirkan sebagai sekadar ‘iklan layanan masyarakat’ untuk mengangkat imej PDIP. Namun dalam konteks politik saat ini, hampir pasti megawati sedang mulai kembali menyapa ratusan juta penonton di Indonesia. Hampir pasti ini soal Persiden 2014.

Buat saya, ini menyedihkan. Rakyat Indonesia layak memperoleh seorang Presiden yang premium. Karena alasan itu, saya tentu berharap Gita Wirjawan bisa menjadi calon Presiden Juni 2014. Dan karena alasan itu pula, saya berharap Jokowi juga akan berada dalam gelanggang yang sama.

Sekarang, semua bergantung pada para pimpinan dan pengurus PDIP. Mereka adalah orang-orang yang bertanggungjawab untuk bicara pada Megawati bahwa demi Indonesia, relakanlah Jokowi untuk maju.
Tapi bisakah kita berharap pada mereka? Kalau mau jujur : peluangnya kecil. Orang-orang PDIP itu terkenal sebagai kumpulan orang yang kritis, pintar, berani dan terbuka. Namun itu hanya berani mereka lakukan terhadap lawan politiknya. Kalau sudah menyangkut Megawati, mereka terkesan pengecut: takut, ragu, pendiam, dan tak bisa jujur.

Saya tidak punya persoalan dengan Megawati. Dia orang baik. Hanya saja yang pantas maju sebagai calon Presiden Indonesia adalah Jokowi, bukan Megawati. Dan hanya masyarakat PDIP yang bisa menyampaikan pesan itu kepada Ibu Mega.

Satu Tanggapan to “Setelah Iklan Televisi Megawati, di mana Jokowi?”

  1. Istanamurah Says:

    siapapun pemimpinnya saya rasa harus orang yang tepat, untuk jokowi mungkin alangkah baiknya jika fokus pada gubernur dahulu dan atasi dulu problem ibukota “macet dan banjir” hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: